RADARPAPUA - Motorola kembali memperkuat posisinya di segmen smartphone terjangkau melalui peluncuran Moto G Power (2026).
Perangkat ini resmi diperkenalkan di Amerika Serikat dan Kanada, dengan peluang ekspansi ke pasar lain dalam waktu mendatang.
Seri Moto G memang dikenal sebagai tulang punggung Motorola di kelas menengah bawah, dan edisi Power tahun 2026 ini tetap setia pada filosofi tersebut.
Moto G Power (2026) tidak dirancang untuk bersaing di sektor performa tinggi atau fotografi profesional.
Motorola secara terbuka memposisikan perangkat ini sebagai ponsel anggaran yang mengedepankan keandalan, daya tahan, dan fitur esensial yang relevan dengan kebutuhan pengguna sehari-hari.
Pendekatan ini menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan smartphone modern tanpa harus membayar mahal.
Dari sisi desain dan ketahanan, Moto G Power (2026) tampil menonjol di kelasnya. Ponsel ini mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69, yang berarti tahan debu serta mampu bertahan dari semburan air bertekanan tinggi, bahkan dapat direndam hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Motorola juga membekalinya dengan standar ketahanan militer MIL-STD-810H, menjadikannya lebih siap menghadapi kondisi ekstrem dalam penggunaan harian.
Bagian depan perangkat dilindungi Gorilla Glass 7i, sementara bagian belakang menggunakan material polimer silikon berbahan ramah lingkungan dengan tekstur lembut menyerupai karet.
Sentuhan ini memberikan kesan unik sekaligus nyaman digenggam. Motorola menghadirkan layar IPS LCD berukuran 6,8 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1.000 nits, menawarkan pengalaman visual yang cukup mulus di kelas harga terjangkau.
Untuk dapur pacu, Moto G Power (2026) mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 6300 berbasis fabrikasi 6 nm, dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB.
Kapasitas ini masih bisa diperluas melalui slot microSDXC khusus, sebuah fitur yang kini semakin jarang ditemukan.
Sistem operasi Android 16 hadir langsung dari pabrik, memberikan pengalaman perangkat lunak yang relatif bersih dan terkini.
Sektor kamera bukanlah daya tarik utama perangkat ini, namun Motorola tetap memberikan konfigurasi yang fungsional. Kamera utama 50 MP dilengkapi OIS, ditemani kamera ultra wide 8 MP dengan sudut pandang 119 derajat yang sudah mendukung autofokus.
Di bagian depan, terdapat kamera selfie 32 MP yang memadai untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video. Perekaman video mentok di resolusi 1080p, sesuai dengan segmentasi pasar yang dibidik.
Moto G Power (2026) dibekali baterai 5.200 mAh dengan dukungan pengisian kabel 30W. Meski kapasitas ini tergolong besar, sebagian pengamat menilai daya tampungnya belum sepenuhnya mencerminkan embel-embel “Power” yang melekat pada nama seri ini. Namun demikian, untuk penggunaan normal, daya tahannya tetap tergolong solid.
Dari sisi kelengkapan, Motorola masih mempertahankan fitur-fitur yang mulai ditinggalkan banyak produsen, seperti jack audio 3,5 mm, radio FM, speaker stereo dengan Dolby Atmos, serta sensor sidik jari di sisi bodi. Konektivitas 5G, eSIM, NFC, dan Wi-Fi 5 melengkapi paket fungsional yang ditawarkan.
Dalam hal kemasan, Motorola menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Moto G Power (2026) dikemas dalam kotak kardus tipis tanpa plastik sama sekali, dengan tinta cetak berbahan kedelai.
Di dalam kotak, pengguna hanya mendapatkan kabel USB Type-C ke Type-C tanpa pengisi daya maupun aksesori tambahan.
Secara keseluruhan, Moto G Power (2026) hadir sebagai smartphone entry level yang mengutamakan keseimbangan antara harga, ketahanan, dan fitur esensial. Perangkat ini cocok bagi pengguna yang membutuhkan ponsel tangguh, modern, dan praktis untuk aktivitas sehari-hari.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan