Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Moto G Power 2026 Tetap Nyaman untuk Streaming Namun Kalah Saing di Kualitas Layar

Prisilia Rumengan • Selasa, 20 Januari 2026 | 21:38 WIB

Moto G Power 2026 Refresh Rate (credit: gsmarena.com)
Moto G Power 2026 Refresh Rate (credit: gsmarena.com)

RADARPAPUA - Layar menjadi salah satu aspek yang paling disorot dalam pengujian Moto G Power (2026), terutama karena sektor ini justru tampil sebagai titik terlemah dari keseluruhan spesifikasi ponsel.

Hal tersebut terungkap dari serangkaian uji layar dan pengalaman penggunaan langsung yang dilakukan dalam kondisi sehari-hari.

Moto G Power (2026) dibekali layar berukuran 6,8 inci, yang secara kasat mata memang tampak luas dan nyaman untuk konsumsi konten. Namun, keunggulan tersebut nyaris berhenti pada ukuran semata.

Motorola masih mempertahankan panel IPS LCD, sebuah keputusan yang terasa kurang kompetitif mengingat teknologi OLED kini sudah menjadi standar baru, bahkan di segmen ponsel kelas menengah ke bawah.

Dari sisi resolusi, layar ini mengusung FullHD Plus dengan resolusi 1080 x 2388 piksel. Angka tersebut menghasilkan kerapatan sekitar 387 piksel per inci, yang secara teknis tergolong tajam dan memadai untuk penggunaan harian.

Teks terlihat cukup jelas dan konten multimedia masih dapat dinikmati dengan baik, meskipun tidak menawarkan ketajaman atau kontras yang menonjol.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, tingkat kecerahan layar Moto G Power (2026) berada di kisaran hampir 500 nits saat slider manual dimaksimalkan.

Dengan fitur kecerahan otomatis, layar mampu mencapai puncak sekitar 940 nits. Angka ini terbilang cukup untuk penggunaan di dalam ruangan atau kondisi cahaya sedang.

Namun, saat digunakan di bawah sinar matahari langsung, visibilitas layar menurun drastis dan menyulitkan pengguna.

Moto G Power (2026) sebenarnya dibekali dukungan refresh rate hingga 120Hz. Layar dapat beroperasi pada empat tingkat refresh rate, yakni 30Hz, 60Hz, 90Hz, dan 120Hz.

Motorola menyediakan tiga mode pengaturan, yaitu Efisiensi utama, Cerdas dan seimbang, serta Sangat halus.

Masing-masing mode mengatur cara sistem berpindah refresh rate guna menyeimbangkan kelancaran visual dan efisiensi daya.

Namun dalam praktiknya, sistem peralihan refresh rate otomatis ini dinilai kurang konsisten, khususnya saat digunakan untuk bermain gim.

Perubahan refresh rate yang terlalu dinamis justru membuat pengalaman gaming terasa tidak stabil, meskipun pendekatan ini secara teori membantu penghematan baterai.

Masalah yang paling disorot justru terletak pada responsivitas piksel layar. Panel LCD yang digunakan memiliki waktu respons yang lambat, sehingga memunculkan efek buram dan bayangan, terutama saat menggulir teks atau melihat objek bergerak lambat.

Efek ini tetap terlihat meskipun layar berada pada refresh rate tinggi, dan secara signifikan menurunkan kenyamanan visual.

Dalam wawancara pengujian, penilaian terhadap layar Moto G Power (2026) bahkan disebut sebagai salah satu yang terburuk di kelasnya.

Kelemahan ini menjadi catatan penting, mengingat layar adalah komponen utama yang paling sering berinteraksi langsung dengan pengguna.

Moto G Power (2026) juga tidak mendukung konten HDR, yang semakin memperjelas keterbatasan sektor layar.

Meski demikian, perangkat ini telah mengantongi sertifikasi Google Widevine L1, sehingga pengguna tetap dapat menikmati layanan streaming seperti Netflix dalam kualitas FullHD.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#motorola #Moto G Power 2026 #Smartphone #Teknologi