RADARPAPUA - Pasar kamera vlogging portabel yang selama ini didominasi DJI tampaknya akan segera mendapat penantang baru.
Produsen teknologi asal Tiongkok, vivo, mengonfirmasi tengah mengembangkan perangkat kamera khusus vlogging yang dirancang untuk bersaing langsung dengan lini DJI Osmo Pocket.
Kabar ini muncul di tengah popularitas DJI Osmo Pocket 3 yang sejak peluncurannya pada 2023 langsung menjadi favorit para vlogger, YouTuber, hingga kreator konten media sosial.
Perangkat tersebut dikenal berkat kualitas video yang tajam, stabilisasi gimbal yang halus, serta desainnya yang kecil dan mudah dibawa ke mana saja.
Melihat tren tersebut, vivo menilai segmen kamera kompak untuk konten kreator masih memiliki peluang besar.
Dalam keterangan kepada media di Tiongkok, perwakilan perusahaan menyebut proyek ini sudah mulai dikerjakan sejak akhir tahun lalu dan ditargetkan meluncur sebelum akhir tahun ini.
Meski belum membeberkan spesifikasi teknis secara rinci, vivo memastikan kamera tersebut akan hadir dalam bentuk ringkas, praktis, dan mudah digunakan, sejalan dengan kebutuhan para kreator yang menginginkan perangkat ringan namun tetap menghasilkan kualitas profesional.
Sumber internal perusahaan mengungkapkan, pengalaman panjang vivo dalam mengembangkan kamera smartphone akan menjadi modal utama.
Selama beberapa tahun terakhir, vivo dikenal agresif meningkatkan teknologi fotografi dan videografi ponsel, mulai dari sensor besar, fitur stabilisasi, hingga kecerdasan buatan untuk pemrosesan gambar.
“Kami ingin membawa pengalaman kamera smartphone ke perangkat yang lebih fokus untuk pembuatan konten,” ujar salah satu perwakilan vivo dalam sesi wawancara dengan media lokal.
Strategi ini dinilai masuk akal. Pasalnya, banyak kreator kini mengandalkan ponsel untuk produksi video harian.
Dengan memisahkan fungsi kamera ke perangkat khusus, vivo berpotensi menawarkan kualitas gambar lebih baik, stabilisasi maksimal, serta kontrol kreatif yang lebih luas dibanding ponsel biasa.
Analis teknologi menilai langkah vivo juga menjadi sinyal bahwa pasar kamera vlogging, perangkat kreator konten, dan kamera portabel semakin menjanjikan.
Tidak hanya DJI, beberapa merek lain juga mulai melirik segmen ini seiring meningkatnya jumlah pembuat konten di platform seperti YouTube, TikTok, dan Instagram.
Jika benar dirilis tahun ini, kehadiran kamera baru vivo dapat memanaskan persaingan dengan DJI, terutama menjelang peluncuran DJI Osmo Pocket 4 yang juga tengah dinantikan.
Bagi para kreator, persaingan ini tentu membawa keuntungan. Semakin banyak pilihan perangkat berarti harga lebih kompetitif serta inovasi teknologi yang terus berkembang.
Kini publik tinggal menunggu bagaimana vivo akan menerjemahkan keahliannya di dunia smartphone ke dalam sebuah kamera vlog kompak yang benar-benar mampu menantang dominasi DJI di pasar global.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan