RADARPAPUA - Xiaomi kembali meramaikan pasar ponsel kelas menengah lewat kehadiran Poco M8, perangkat yang menonjolkan kualitas layar sebagai daya tarik utama.
Dari hasil pengujian dan penelusuran spesifikasi, layar menjadi salah satu aspek paling menarik sekaligus paling banyak diperbincangkan.
Poco M8 mengusung panel AMOLED berukuran 6,77 inci dengan resolusi FullHD Plus 1080 x 2392 piksel. Dengan kepadatan mencapai 388 ppi, tampilan visual terlihat tajam dan detail untuk penggunaan harian, mulai dari membaca teks, menonton video, hingga berselancar di media sosial.
Secara desain dan spesifikasi, panel ini disebut sangat mirip dengan yang digunakan pada Redmi Note 15 5G, meski ada sedikit perbedaan pada dukungan HDR.
Dalam sesi pengujian kecerahan, Poco M8 menunjukkan performa yang solid. Kecerahan manual mencapai sekitar 590 nits, sementara mode otomatis di bawah cahaya kuat mampu menyentuh 1.473 nits.
Bahkan dalam skenario puncak pada jendela 10 persen, panel ini mencatat angka impresif 3.501 nits. Angka tersebut membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung, sebuah nilai tambah penting bagi pengguna di wilayah dengan intensitas cahaya tinggi.
Dari sisi kualitas warna, layar mendukung kedalaman warna 12-bit serta cakupan DCI-P3 yang luas. Hasilnya, warna terlihat lebih hidup dan minim efek banding.
Untuk pengalaman visual, ini menjadi keunggulan yang terasa nyata, terutama saat menikmati konten multimedia.
Poco M8 juga menawarkan refresh rate 120Hz dengan dua opsi pengaturan, yakni mode adaptif dan mode kustom. Mode adaptif secara otomatis menyesuaikan kecepatan antara 30Hz, 60Hz, 90Hz, hingga 120Hz tergantung konten dan aplikasi.
Namun, karena masih menggunakan panel LTPS, perpindahan refresh rate bersifat bertahap, tidak sefleksibel teknologi LTPO. Pada mode kustom, pengguna bisa mengunci di 60Hz atau memilih 120Hz.
Sayangnya, tidak tersedia pengaturan refresh rate per aplikasi seperti pada Redmi Note 15 5G, sehingga fleksibilitas sistem terasa lebih terbatas.
Saat diuji untuk bermain gim dengan refresh rate tinggi, hasilnya bervariasi dan belum sepenuhnya konsisten. Hal ini membuat pengalaman gaming kompetitif belum sepenuhnya optimal.
Menariknya, meski Xiaomi mengklaim adanya dukungan HDR10, pada level perangkat lunak Poco M8 tidak melaporkan dukungan dekoder HDR aktif.
Artinya, secara teknis layar mampu menampilkan HDR, tetapi sistem tidak dapat memproses video HDR secara penuh. Dengan demikian, dukungan HDR pada praktiknya belum bisa dimanfaatkan maksimal.
Meski begitu, Poco M8 tetap dibekali sertifikasi Widevine L1 DRM yang memungkinkan streaming resolusi tinggi dari platform seperti Netflix. Dengan dukungan ini, pengguna tetap bisa menikmati konten Full HD sesuai resolusi asli panel.
Secara keseluruhan, layar AMOLED Poco M8 menjadi nilai jual utama di kelas menengah. Dengan kecerahan tinggi, warna kaya, dan refresh rate 120Hz, perangkat ini sangat kompetitif untuk penggunaan harian dan hiburan, meski dukungan HDR belum sepenuhnya optimal.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan