RADARPAPUA - Samsung kembali menghadirkan inovasi pada lini ponsel premium mereka melalui kehadiran Galaxy S26 Ultra.
Salah satu peningkatan yang menjadi sorotan utama adalah sektor layar yang dirancang untuk memberikan pengalaman visual lebih nyaman sekaligus menjaga privasi pengguna saat menggunakan ponsel di tempat umum.
Galaxy S26 Ultra dibekali layar OLED LTPO berukuran 6,9 inci dengan resolusi 1440 x 3120 piksel.
Panel ini mendukung refresh rate adaptif hingga 120Hz, sehingga pergerakan gambar di layar terasa lebih halus saat digunakan untuk menggulir media sosial, bermain gim, maupun menonton video.
Dukungan HDR10+ juga tetap hadir untuk meningkatkan kualitas tampilan konten video dengan kontras dan warna yang lebih kaya. Namun demikian, Samsung belum menyertakan sertifikasi Dolby Vision yang saat ini sudah digunakan oleh sejumlah pesaing di kelas flagship.
Selain itu, panel yang digunakan masih berbasis 8-bit dengan teknologi FRC (Frame Rate Control), bukan panel 10-bit yang secara teori mampu menghadirkan gradasi warna lebih halus.
Meski memiliki keterbatasan pada kedalaman warna, Samsung justru menekankan fitur lain yang dianggap lebih bermanfaat dalam penggunaan sehari-hari.
Salah satunya adalah lapisan anti-reflektif DX yang dirancang untuk mengurangi pantulan cahaya saat ponsel digunakan di luar ruangan.
Lapisan ini terbukti meningkatkan keterbacaan layar secara signifikan, terutama ketika ponsel digunakan di bawah sinar matahari langsung. Dengan teknologi tersebut, pengguna tetap dapat melihat konten layar dengan jelas tanpa harus menaikkan tingkat kecerahan secara berlebihan.
Fitur lain yang menjadi sorotan adalah Privacy Display, sebuah teknologi yang membatasi sudut pandang layar. Dengan fitur ini, konten di layar hanya dapat dilihat dengan jelas dari posisi lurus di depan perangkat. Ketika dilihat dari samping, tampilan layar akan terlihat lebih redup atau sulit dibaca.
Menurut pengujian yang dilakukan, fitur Privacy Display ini sebagian besar bekerja melalui implementasi perangkat keras. Karena itu, banyak pihak penasaran apakah teknologi tersebut akan memengaruhi tingkat kecerahan layar.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa performa layar Galaxy S26 Ultra tetap impresif. Dalam mode manual dengan pengaturan Extra Brightness aktif, panel mampu mencapai lebih dari 700 nits. Sementara itu, dalam mode otomatis, tingkat kecerahan dapat mencapai sekitar 1.480 nits pada pengujian patch putih 75 persen.
Untuk konten HDR, performanya bahkan lebih tinggi. Pada pengujian patch 10 persen, layar mampu mencapai kecerahan lebih dari 2.800 nits, angka yang menunjukkan kemampuan sangat baik untuk menampilkan konten HDR dengan detail yang lebih tajam.
Di sisi lain, tingkat kecerahan minimum yang tercatat berada di angka 1,1 nits. Angka ini cukup rendah sehingga layar tetap nyaman digunakan dalam kondisi gelap tanpa membuat mata cepat lelah.
Samsung juga menambahkan dua fitur perangkat lunak untuk meningkatkan kualitas visual. Fitur ProScaler berfungsi meningkatkan ketajaman dan kontras pada gambar maupun teks, termasuk pada konten yang tidak diambil langsung dari kamera ponsel.
Selain itu, teknologi mDNIe membantu memperhalus gradien warna sehingga transisi warna terlihat lebih alami dan lembut.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai Samsung sebenarnya dapat menghadirkan kualitas visual yang lebih optimal jika menggunakan panel 10-bit atau bahkan 12-bit.
Panel dengan kedalaman warna lebih tinggi dinilai mampu menghasilkan gradasi warna yang lebih halus dibandingkan panel 8-bit dengan FRC.
Walaupun demikian, kombinasi fitur layar OLED, lapisan anti-reflektif, serta Privacy Display menjadikan Galaxy S26 Ultra tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan layar cerah, nyaman di luar ruangan, sekaligus menjaga privasi saat menggunakan ponsel di tempat ramai.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan