RADARPAPUA - Google kembali menghadirkan inovasi pada lini ponsel kelas menengahnya melalui Pixel 10a yang kini membawa peningkatan pada sektor layar.
Perangkat ini masih menggunakan panel yang sama seperti generasi sebelumnya, yaitu layar P-OLED berukuran 6,3 inci dengan resolusi 1.080 x 2.424 piksel dan kerapatan mencapai 422 piksel per inci.
Meski secara spesifikasi dasar tidak berubah drastis dibandingkan Pixel 9a, sejumlah peningkatan kecil tetap diberikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah peningkatan pada tingkat kecerahan layar. Google mengiklankan bahwa Pixel 10a mampu mencapai kecerahan maksimum tinggi hingga 2.000 nits, meningkat dari 1.800 nits pada generasi sebelumnya.
Selain itu, ponsel ini juga memiliki kecerahan puncak hingga 3.000 nits, naik dari 2.700 nits pada Pixel 9a. Dengan peningkatan tersebut, layar Pixel 10a diharapkan mampu menampilkan konten lebih jelas bahkan saat digunakan di bawah sinar matahari yang terang.
Dalam pengujian yang dilakukan, hasilnya cukup mendekati klaim yang disampaikan Google. Pengujian mencatat kecerahan manual maksimum sekitar 1.308 nits, sementara dalam mode otomatis atau High Brightness Mode (HBM) mampu mencapai 2.169 nits.
Sedangkan kecerahan puncak yang tercatat hampir menyentuh 2.900 nits, mendekati angka yang dipromosikan oleh perusahaan teknologi tersebut.
Selain peningkatan kecerahan, Pixel 10a juga menghadirkan fitur baru bernama Adaptive Tone. Fitur ini bekerja dengan cara menyesuaikan suhu warna layar berdasarkan kondisi pencahayaan di sekitar pengguna. Sistem ini memanfaatkan sensor khusus untuk membaca suhu warna lingkungan, kemudian menyesuaikan tampilan layar agar lebih nyaman di mata. Konsepnya mirip dengan fitur True Tone yang terdapat pada iPhone.
Dalam praktiknya, Adaptive Tone akan menampilkan warna layar yang lebih hangat ketika berada di bawah pencahayaan hangat, dan berubah menjadi lebih dingin ketika berada di lingkungan dengan cahaya putih atau netral. Meski demikian, beberapa pengguna masih mempertanyakan sejauh mana manfaat fitur tersebut benar-benar terasa dalam penggunaan sehari-hari.
Pixel 10a juga mendukung refresh rate hingga 120Hz untuk memberikan pengalaman navigasi yang lebih mulus. Namun tidak terdapat pengaturan khusus untuk memilih angka refresh rate tertentu.
Pengguna hanya akan menemukan satu opsi bernama Smooth Display yang berfungsi sebagai saklar untuk mengaktifkan atau menonaktifkan mode tersebut.
Ketika Smooth Display diaktifkan, sistem akan secara otomatis menentukan kapan layar menggunakan refresh rate 120Hz dan kapan menurunkannya.
Biasanya, kecepatan tinggi akan digunakan saat menjelajah antarmuka sistem, membuka aplikasi, bermain game, atau menonton konten yang kompatibel.
Sementara itu, saat layar menampilkan gambar statis, refresh rate akan turun menjadi 60Hz untuk menghemat daya baterai.
Di sisi lain, layar Pixel 10a juga sudah mendukung HDR10 dan HDR10+, sehingga mampu menampilkan konten video dengan kontras dan warna yang lebih kaya.
Dukungan ini semakin lengkap dengan sertifikasi DRM Google Widevine L1, yang memungkinkan pengguna menikmati streaming berkualitas tinggi dari layanan seperti YouTube dan Netflix.
Meski peningkatan dibandingkan generasi sebelumnya tergolong tidak terlalu besar, Pixel 10a tetap menghadirkan salah satu layar paling terang di kelas smartphone kompak.
Kombinasi refresh rate 120Hz, HDR10+, serta fitur Adaptive Tone membuat perangkat ini tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman visual yang lebih nyaman dan imersif.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan