Rumah Semut Raksasa di Merauke? Ini Fakta Unik di Balik Musamus

Tina Mamangkey • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:16 WIB
Rumah semut musamus berdiri di tengah hamparan alam Merauke. Bangunan alami yang dibuat oleh koloni rayap ini menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus ikon khas Kabupaten Merauke. (Instagram @ gnfi)
Rumah semut musamus berdiri di tengah hamparan alam Merauke. Bangunan alami yang dibuat oleh koloni rayap ini menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus ikon khas Kabupaten Merauke. (Instagram @ gnfi)

 

RADARPAPUA - Hamparan rerumputan di Merauke, Papua Selatan, menyimpan pemandangan yang tidak biasa. 

Di sejumlah kawasan, wisatawan dapat menemukan gundukan-gundukan berukuran besar yang sekilas tampak seperti bangunan mini berbentuk rumah raksasa.

Pemandangan unik tersebut dikenal dengan nama musamus, salah satu ikon khas Merauke yang keberadaannya menarik perhatian wisatawan.

Bahkan, keunikan rumah semut musamus turut menginspirasi pembangunan sebuah bangunan yang menyerupai bentuknya.

Sejarah dan Bangunan Rumah Semut Musamus 

Salah satu kawasan yang memiliki banyak musamus berada di Distrik Kurik, sekitar 70 kilometer dari pusat Kabupaten Merauke. Di kawasan ini, ribuan musamus dapat ditemukan tersebar di tengah hamparan rerumputan.

Gundukan yang menjadi tempat hidup koloni serangga tersebut memiliki ukuran yang beragam. Beberapa di antaranya bahkan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar tiga meter.

Keberadaan musamus sebenarnya bukan fenomena baru bagi masyarakat Merauke. Rumah-rumah alami tersebut telah ditemukan sejak lama dan tumbuh secara alami di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke.

Potensi tersebut kemudian mulai diberdayakan sebagai daya tarik wisata pada 2019. Salah satunya melalui Taman 1000 Musamus yang berada di Salor Indah.

Kawasan Salor Indah memiliki banyak musamus yang tumbuh secara alami dan tersebar di area sekitarnya. Kondisi tersebut kemudian dikembangkan menjadi salah satu objek wisata yang menawarkan keunikan alam khas Merauke.

Meski kerap disebut sebagai rumah semut, musamus sebenarnya bukan sarang semut. Bangunan alami tersebut dibuat oleh koloni rayap dari jenis Macrotermes.

Musamus memiliki bentuk seperti gundukan atau bangunan kerucut dengan permukaan berlekuk-lekuk dan warna cokelat kemerahan. Ukurannya dapat mencapai sekitar lima meter dengan diameter sekitar dua meter.

Bangunan tersebut dibuat oleh jutaan rayap. Di dalamnya terdapat berbagai terowongan dan rongga yang menjadi tempat hidup koloni sekaligus membantu menjaga kestabilan suhu di bagian dalam.

Keunikan Musamus Jadi Daya Tarik Wisata

Keberadaan musamus menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Salor Indah.

Hamparan rerumputan yang dipenuhi musamus dengan bentuk dan ukuran berbeda menciptakan panorama yang tidak banyak ditemukan di destinasi wisata alam lainnya.

Keunikan tersebut juga tidak terlepas dari karakteristik alam Merauke. Musamus diketahui memiliki warna merah dan hitam.

Musamus merah lebih banyak ditemukan, sementara jenis berwarna hitam yang disebut bomisai relatif lebih jarang karena membutuhkan waktu pertumbuhan yang lebih lama.

Musamus juga disebut tumbuh secara alami. Persebarannya bahkan ditemukan mulai dari wilayah Merauke hingga Australia.

Bagi wisatawan, keberadaan musamus memberikan pengalaman berbeda saat menjelajahi Merauke. Di balik bentuknya yang menyerupai bangunan raksasa, terdapat proses alami yang menunjukkan kemampuan koloni rayap dalam membangun tempat hidupnya.

Keunikan tersebut menjadi bagian dari kekayaan alam Merauke sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah yang dikenal memiliki kekayaan alam dan budaya Papua.

Bagi pengunjung, musamus bukan sekadar gundukan tanah di tengah rerumputan, melainkan fenomena alam unik yang menjadi salah satu ciri khas Merauke. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
Rumah Semut Musamus wisata alam merauke Wisata Alam