Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Bantu Korban Bencana Alam, Bupati Hermus: Kita Tidak Buta dan Tuli

Axel Refo • Jumat, 23 April 2021 | 22:26 WIB
SALING BERBAGI: Pemkab Manokwari menyerahkan bantuan sebesar Rp 300 juta kepada para korban bencana alam NTT melalui Posko Penggalangan Bantuan Bencana Alam NTT di Jl Merdeka Manokwari (Depan POM), Jumat (23/4/21).
SALING BERBAGI: Pemkab Manokwari menyerahkan bantuan sebesar Rp 300 juta kepada para korban bencana alam NTT melalui Posko Penggalangan Bantuan Bencana Alam NTT di Jl Merdeka Manokwari (Depan POM), Jumat (23/4/21).
MANOKWARI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menyerahkan bantuan sebesar Rp 300 juta kepada para korban bencana alam di sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Posko Penggalangan Bantuan Bencana Alam NTT di Jl Merdeka Manokwari (Depan POM), Jumat (23/4/21). Bantuan tersebut diserahkan Bupati Hermus Indou didampingi Wabup Edi Budoyo, Sekda Mersiyanah Djalimun dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan diterima Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Papua Barat Clinton Tallo bersama jajarananya. “Kita Pemkab Manokwari dan juga masyarakat tidak menjadi manusia yang buta rohani. Tidak juga menjadi manusia yang tuli pendengaran. Dan juga tidak merasa. Tapi karena kasih dan kehendak Tuhan ada dalam kehidupan, lalu kita pun ikut merasa, melihat dan mendengar tentang masalah yang dihadapi saudara-saudara kita yang ada di NTT,” kata Hermus. “Kalau hari ini kita dimampukan untuk memberi dari apa yang kita miliki, apa yang kita punya. Saya tahu persis bahwa kita semua yang ada di Kabupaten Manokwari ini, ada yang hidup bercukupan tapi ada juga hidup pas-pasan. Tetapi dalam semua keterbatasan yang kita miliki, mau berbagi dengan saudara-saudara kita,” lanjut Hermus. Hermus pun menegaskan, Pemkab Manokwari tidak tinggal diam tapi kami juga respek terhadap apa yang dikerjakan warga Flobamora di Kabupaten Manokwari. Pihaknya pun telah berkesempatan untuk menyampaikan rasa duka kami yang mendalam. “Air mata bapak, ibu adalah air mata kami. Biarlah beban ini kita tanggungkan bersama-sama. Kami Pemkab dan masyarakat memberikan tidak sebesar seperti apa yang diharapkan tapi yang kami lakukan adalah inilah hati kami. Inilah kebersamaan kami yang ingin kami tunjukan bersama bapak, ibu sekalian. Kiranya apa kita bangun ini kemudian mengikat kita untuk menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” tandas Hermus. Clinton Tallo, Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Papua Barat mengapresiasi respon cepat dan tindakan Pemkab dan masyarakat Manokwari. “Berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Manokwari secara umum atas kepedulian ini. Tentu bencana alam NTT adalah duka kita semua. Air mata kami adalah air mata kita semua. Masyarakat NTT jangan lihat dari nilai tapi inilah semangat kebersamaan kita,” imbuh Clinton. Senada diungkapkan Ketua Ikatan Keluarga Flobamora Kabupaten Manokwari, Rumanus Pagan, pihaknya mengapresiasi semua kepedulian masyarakat maupun pemerintah daerah dan bantuan yang telah terkumpul segera direalisasikan kepada para korban. “Teknis di lapangan adalah dengan dana Rp 774,249 juta (total dana yang terkumpul per 23 April 2021) di posko dibawa dalam bentuk uang, karena kita akan lihat apa yang paling dibutuhkan di lapangan apakah itu pakaian, makanan ataupun obat-obatan dan langsung dibelanjakan di sana (NTT) dan disertai laporan. Pasalnya, kita sangat hargai kepedulian masyarakat dan pemerintah yang telah memberi (Bantuan),” kata Rumanus. (xlo) Editor : Axel Refo
#Bencana Alam #Flobamora Papua Barat Clinton Tallo #Pemkab Manokwari #Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)