Cerita Ridwan Kamil Cari Eril di Sungai Aare: Saya Jalan Setiap Hari 5-8 Km
Administrator• Jumat, 3 Juni 2022 | 02:33 WIB
PhotoRADARPAPUA.ID- Segala upaya dilakukan Ridwan Kamil demi menemukan putranya Emmiril 'Eril' Khan Mumtadz yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss. Setiap hari, gubernur Jawa Barat itu berjalan 5-8 kilometer (Km) menyusuri Sungai Aare demi menemukan sang anak tercinta. Hal itu diceritakan Kang Emil -sapaan akrabnya, kepada Selebgram Fitri Bazri. Fitri bertemu Kang Emil di Bandara Hamad Airport Qatar, Jumat (3/6. Kang Emil, istrinya Atalia Praratya, dan anak perempuannya Camillia Laetitia Azzahra, saat itu dalam perjalanan pulang ke Tanah Air. Kang Emil, menurut Fitri, terlihat tegar. Dia bahkan bersedia ketika diajak foto bersama meski matanya tampak sembab. "Masyaallah, bisa ngobrol walau sebentar dengan kang @ridwankamil. Sangat berkesan omongan beliau 'semua hanya milik tuhan, yang terpenting dari segala hal hanyalah bekal diri kita'. Sungguh sangat tegar, semoga Allah permudah dan ada keajaiban yaallah," tulis Fitri di Instagram Story. Aksi Fitri mengajak Ridwan Kamil ber-selfie kemudian mendapat sorotan. Mereka menilai sikap itu kurang etis di tengah kondisi berduka yang dialami. Diketahui, Ridwan Kamil, Atalia, dan Azzahra, telah tiba di Tanah Air, Jumat sore (3/6). Terungkap, sebelum kembali ke Indonesia, gubernur Jawa Barat itu melantunkan azan di pinggir Sungai Aare. Video itu pun viral di media sosial. Ridwan Kamil nampak begitu tegar mengumandangkan azan demi mencari dan menemukan putranya. Di video lainnya yang juga viral, Kang Emil juga terlihat menyusuri sendirian pinggiran Sungai Aare menggunakan tongkat demi menemukan anak pertamanya itu. Ada juga foto yang memperlihatkan Kang Emil, Atalia, dan Zahra menabur bunga di tepi Sungai Aare. Seperti diketahui, pencarian Eril sudah dilakukan dengan upaya maksimal, setelah terseret arus Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5) lalu. Perwakilan pihak keluarga, Erwin Muniruzaman -kakak dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil- menyampaikan pihak keluarga telah menerima dan ikhlas, Eril meninggal dunia dalam keadaan tenggelam. Erwin menyebut, pihaknya banyak mengambil hikmah dari peristiwa ini. Dia meyakini, keponakannya itu wafat dalam keadaan syahid.“Sehingga dari keseluruhan peristiwa ini kami sekeluarga, insya allah Eril wafat husnul khotimah. Riwayat hadist nabi orang tenggelam karena kriteria tertentu dinyatakan syahid akhirat,” kata Erwin di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/6). Menurut Erwin, Eril sejak kecil merupakan anak yang baik dan bertanggung jawab. Sampai terakhir bersama keluarga, Eril memastikan lebih dulu untuk faktor keselamatan. Dia meyakini, peristiwa yang menimpa Eril merupakan takdir dari Allah SWT. “Kami sekeluarga sangat mencintai Eril. Kami melihat Eril dari kecil tumbuh sampai dengan terakhir dan perilaku akhlak anak yang sholeh. Tetapi kami berprasangka baik bahwa Allah lebih mencintai almarhum. Oleh karena itu kami menerima takdir yang menimpanya,” ucap Erwin. Menurut Erwin, meski sang Ayah Ridwan Kamil dan ibunda Attalia Praratya pulang ke Indonesia, pencarian Eril tetap berlanjut. Saat ini, Elpi Nazmuzaman adik dari Ridwan Kamil sudah berada di Swiss. “Adik saya Elpi sudah di Swiss untuk melanjutkan ikhtiar pencarian. Bukan berarti pencarian berakhir, adik saya Elpi akan bekerja sama dibantu KBRI disana untuk memastikan proses pencarian berlanjut sampai dengan Eril ditemukan,” tegas Erwin. Sebagaimana diketahui, Eril berenang bersama adiknya Camillia Laetita Azzahra dan kawannya di Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/5) lalu. Namun, saat hendak naik ke permukaan, Eril terseret arus sungai yang cukup deras yang sebelumnya sempat mendapat bantuan dari kawannya. Kunjungan mereka ke Swiss semata untuk mencari kampus, dalam rangka melanjutkan pendidikan Eril pada strata dua (S2).(jpc/tan) Editor : Administrator