Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Masyarakat Ternyata Tak Ingin Banyak Partai di Pemilu 2024, Peneliti BRIN: Maunya yang Berkualitas

Administrator • Rabu, 13 Juli 2022 | 13:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
RADARPAPUA.ID--Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, masyarakat Indonesia tidak menginginkan banyak partai politik (parpol) pada Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. Masyarakat justru mengharapkan partai politik yang benar-benar memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat. ”Orang Indonesia tidak menghendaki partai banyak. Yang dimaui partai berkualitas, bisa mengakomodasi harapan masyarakat,” kata peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti Zuhro seperti dilansir dari Antara, Selasa (12/7) malam. Fenomena partai baru yang bermunculan setiap menjelang pemilu, lanjut dia, tidak serta-merta membuat masyarakat tertarik untuk memilih. ”(Itu) dibuktikan dengan masyarakat tidak langsung pindah, Golkar sudah mempunyai pemilih tradisional, PDI Perjuangan mempunyai ceruk dukungan. Pangsa pasar ini yang tidak dipunyai partai baru,” jelas Siti. Dia mencontohkan, kandang banteng PDI Perjuangan ada di Jawa Tengah dan Bali. Sedangkan basis massa Partai Golkar berada di wilayah Indonesia bagian timur dan Sumatera. Menurut peneliti senior itu, idealnya partai baru tidak sekonyong-konyong mengikuti pemilu setelah membuat deklarasi. Parpol, sebagai wadah seleksi kepemimpinan nasional dan daerah, harus cukup melakukan kampanye politik, seperti sosialisasi politik tentang partai, mengenalkan visi dan misi partai, serta program-program partai yang difokuskan. Hal itu seharusnya dilakukan secara terus-menerus sebelum pemilu sebagai salah satu wujud keterlibatan masyarakat dalam proses politik. ”Dilakukan jangka panjang, puncaknya di pemilu, pilkada. Makanya dilakukan kampanye politik pemilu,” tambah Siti. Dia mengatakan, parpol baru tidak bisa menunjukkan pemilih yang pasti karena masih mengandalkan pemilih mengambang atau swing voters. Oleh karena itu, partai baru perlu menunjukkan upaya pendekatan yang tidak dilakukan menjelang pemilu saja, karena pemilih mengambang masih dapat didekati melalui pertemuan secara langsung. ”Partai yang paling menjadi dambaan rakyat adalah yang mampu menganalogikan dirinya dengan kebutuhan rakyat,” ujar Siti.(Jawapos) Editor : Administrator
#partai #Pemilu 2024 #BRIN