”Saya yakin kita semuanya percaya ASEAN bisa asalkan satu kuncinya, yakni persatuan,” ujar Jokowi. Jokowi menjelaskan, ASEAN memiliki aset kuat sebagai pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth. Selain itu, ASEAN memiliki ekonomi yang tumbuh jauh di atas rerata dunia, bonus demografi, hingga kestabilan kawasan yang terjaga.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan hasil pertemuan bilateral Presiden Jokowi di sela acara inti KTT. Salah satunya pertemuan bilateral dengan PM Kamboja Hun Sen.
Menurut dia, ada sejumlah hal yang dibahas kedua kepala negara. Di antaranya, komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Kamboja. Jokowi menyampaikan keinginan Indonesia untuk terlibat di dalam pembangunan Kamboja, terutama di dalam proyek-proyek infrastruktur.
Jokowi dan Hun Sen juga membahas human trafficking, terutama untuk kejahatan online scams. ”Bapak Presiden juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Kamboja pada saat kita harus menyelamatkan para WNI korban human trafficking,” ujarnya.
Selain itu, Jokowi sempat menyinggung soal dukungan Kamboja terhadap keketuaan Indonesia di ASEAN tahun ini.
Dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan. ”Tentunya, Bapak Presiden kali pertama mengucapkan selamat datang di Labuan Bajo dan mengucapkan selamat atas keketuaan Kamboja di ASEAN pada tahun lalu,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, PM Hun Sen turut menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia. Permohonan maaf itu ditujukan atas insiden terbaliknya bendera Indonesia di awal acara pembukaan SEA Games. (Jawapos) Editor : Administrator