Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Menfaat Asap Cair, Cara Efektif Atasi Serangan Hama pada Tanaman Padi

Tina Mamangkey • Kamis, 6 Juli 2023 | 12:34 WIB
Ilustrasi: Petani memanen padi di Kebonsari, Borobudur, Kabupaten Magelang. (Roissatul Fitriyani/JawaPos.com)
Ilustrasi: Petani memanen padi di Kebonsari, Borobudur, Kabupaten Magelang. (Roissatul Fitriyani/JawaPos.com)

RADARPAPUA - Hama merupakan masalah serius dalam dunia pertanian yang dapat mengakibatkan penurunan produksi dan mutu tanaman.

Saat ini, petani masih mengandalkan metode tradisional dalam upaya mengatasi hama, dengan penggunaan insektisida kimia yang sering kali disemprotkan dengan frekuensi tinggi.

Namun, penggunaan insektisida kimia secara berkelanjutan memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

Residu yang sulit terurai dapat terakumulasi baik di lingkungan maupun pada tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi membahayakan manusia jika terpapar.

Untuk mengatasi masalah ini dan menjaga kualitas hasil tanaman, solusi baru telah ditemukan dalam bentuk asap cair yang efektif dalam pengendalian hama pada tanaman padi.

"Asap cair dapat menjadi solusi penghilang hama yang aman dan ramah lingkungan, terutama untuk tanaman padi," ujar seorang ahli pertanian.

Asap cair merupakan hasil dari pengembunan uap pembakaran bahan organik secara langsung.

Selain dianggap aman bagi tanaman dan lingkungan, asap cair juga memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan insektisida kimia.

Keunggulan asap cair terletak pada kandungan senyawa yang berperan sebagai pestisida dalam pengendalian hama.

Namun, asap cair juga memiliki manfaat lain yang meliputi pengawetan ikan, daging, tahu, dan makanan lain dalam industri.

Proses pembuatan asap cair melibatkan bahan-bahan seperti zat kayu (lignin), komponen struktur sel tanaman (selulosa dan hemiselulosa), serta senyawa arang (karbon).

Bahan-bahan tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis kayu, tempurung kelapa, janggel jagung, sekam, serbuk kayu sisa gergaji, dan limbah potongan kayu dari industri kayu.

Dalam konteks pertanian, asap cair digunakan untuk meningkatkan kualitas tanah, menetralisir asam tanah, mengendalikan hama tanaman, mengatur pertumbuhan tanaman, mengusir serangga, serta merangsang pertumbuhan akar, batang, umbi, daun, bunga, dan buah.

Asap cair menawarkan alternatif yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengendalian hama pada tanaman padi, yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian mereka. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Pertanian #Obat Hama #Asap cair