Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Dampak Rasisme: Ketum PSSI Sepakat Hentikan Liga 1 Sementara

Tina Mamangkey • Sabtu, 8 Juli 2023 | 09:17 WIB
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat diwawancarai usai menghadiri acara latihan penerapan VAR di Shalva Hotel, Jakarta pada (7/7/023). (ANTARA/Hendri Sukma Indrawan)
Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat diwawancarai usai menghadiri acara latihan penerapan VAR di Shalva Hotel, Jakarta pada (7/7/023). (ANTARA/Hendri Sukma Indrawan)

RADARPAPUA- Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sepakat dengan usulan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk menghentikan sementara Liga 1 2023/24 setelah insiden rasisme terjadi.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara PSM Makassar dan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada tanggal 3 Juli 2023 yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

Sebagaimana diketahui, tiga pemain PSM Makassar, yaitu Yance Sayuri, Yuran Fernandes, dan Erqin Gutawa, mengalami tindakan rasisme.

Menanggapi hal tersebut, APPI meminta agar PSSI dan Liga 1 menghentikan sementara kompetisi tersebut.

"Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menyatakan persetujuannya," ujar Erick dalam sebuah wawancara setelah menghadiri acara pelatihan VAR di kawasan Thamrin City, Jakarta, pada Jumat (07/7).

Menurut Erick Thohir, selau Ketua Umum PSSI dan Menteri BUMN, diperlukan tindakan yang bertahap terkait dengan tindakan rasisme ini.

"Saya sudah menyampaikan kekecewaan saya sebelumnya dan saya meminta agar setelah jambore suporter (yang telah berlangsung di Surabaya) dan berbagai kesempatan lainnya, suporter memiliki pandangan yang sama mengenai apa itu rasisme," kata Erick.

"Masa depan akan menjadi momentum untuk mengambil tindakan.

Kami merasa sangat sedih ketika sebagai negara Pancasila dan NKRI, kita memiliki beragam warna kulit, jenis rambut, dan suku bangsa, namun kita terjebak dalam tindakan yang menyedihkan seperti ini," lanjutnya.

"Apalagi jika tindakan tersebut dilakukan oleh sesama bangsa kita sendiri, baik dari barat, timur, tengah, menurut saya, ini adalah sesuatu yang tidak dapat ditoleransi," tegasnya.

Erick Thohir menyatakan bahwa rasisme harus diperangi dan ditindak secara tegas.

Hal ini diperlukan agar tercipta efek jera dan agar tindakan rasisme tidak terjadi lagi di masa depan, karena tindakan rasisme tidak boleh dibiarkan.

"Diperlukan tindakan yang dilakukan secara bertahap," tambahnya. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#rasisme sepak bola #persija #Liga 1 #Ketum PSSI Erick Thohir #Erick Thohir #Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia #psm makassar