Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Anak Ferdy Sambo Sukses Lulus Akpol, Reaksi Pemerhati Anak Muncul

Tina Mamangkey • Kamis, 27 Juli 2023 | 10:52 WIB
Ilustrasi polisi. (Antara)
Ilustrasi polisi. (Antara)

RADARPAPUA - Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) menjadi impian banyak anak di seluruh Indonesia. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) turut memperjuangkan hak untuk mencapai mimpi tersebut bagi jutaan anak.

Ketua LPAI Provinsi Banten, Adi Abdillah Marta, menyatakan pentingnya membersihkan proses seleksi calon taruna dengan baik.

Ia mengibaratkannya dengan penggunaan sapu yang bersih untuk membersihkan lantai yang kotor.

Menurutnya, lulusnya Ferdy Sambo (FS) di Akpol hanya meningkatkan dugaan adanya kongkalingkong dalam proses seleksi penerimaan calon taruna.

"Bagi saya, anak FS lebih baik menjadi praktisi agama (menjadi pendeta dan sejenisnya). Jadi perbaikan image tak hanya sebatas narasi tapi pembuktian bahwa anak FS lebih baik masa depannya.

Banyak ruang kiprah yang lebih elegan bagi anak FS hanya ketimbang menjadi polisi (lagi)," ucap Adi Abdillah Marta.

Sementara itu, pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengutip imbauan dari Kak Seto agar publik tidak menghujat anak-anak Ferdy Sambo.

"Anak-anak, kata Kak Seto, berhak dilindungi dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Saya juga terima kabar, Kak Seto ke Mako Brimob dan Magelang," ungkap Reza.

Reza menyatakan bahwa anak FS yang berhasil melewati seleksi Akpol yang sangat ketat dan berat menunjukkan daya lenting mereka dalam situasi sulit, sesuai dengan bahasa psikologi.

Dengan komitmen yang Kak Seto berikan, publik diharapkan berasumsi bahwa resiliensi anak FS berasal dari perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Kak Seto kepada anak-anak, termasuk anak FS. Berkat kepedulian Kak Seto, anak-anak tersebut tetap mampu beradaptasi dan mencapai prestasi.

"Kini, tinggal melihat bagaimana anak FS akan membayar jasa Kak Seto dengan menjadi polisi sahabat anak sesuai dengan kampanye Kak Seto dan LPAI, yaitu Polsana," tambah Reza.

Lebih lanjut, Reza merenungkan tentang pertemuan antara anak FS dan Richard Eliezer (RE). Reza menyatakan bahwa di atas kertas, anak FS akan selalu berpangkat lebih tinggi daripada RE.

RE merupakan sosok yang dipaksa menjadi eksekutor dalam kasus Josua Hutabarat yang telah meninggal dunia.

Reza juga berbicara tentang sikap anak FS sebagai insan Tribrata yang bertugas melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

Menurut Reza, Polri harus mempertimbangkan untuk menugaskan anak FS agar dapat melayani masyarakat di wilayah keluarga Josua.

"Siapa tahu prinsip restorative justice akan terwujud di sana, di mana anak FS menjadi perpanjangan tangan orang tuanya yang sempat meminta maaf kepada keluarga mendiang Josua," tambah Reza Indragiri Amriel.(jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Lembaga Perlindungan Anak Indonesia #lpai #provinsi banten #akpol #calon taruna