Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Delapan Korban Terperangkap di Tambang Emas, Evakuasi Libatkan Kopaska dan Basarnas

Tina Mamangkey • Jumat, 28 Juli 2023 | 11:44 WIB
KEDALAMAN 50 METER: Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi delapan penambang yang terjebak di galian emas di Pancurendang, Ajibarang, Banyumas, kemarin (27/7). (BASARNAS UNTUK JAWA POS)
KEDALAMAN 50 METER: Tim SAR gabungan berusaha mengevakuasi delapan penambang yang terjebak di galian emas di Pancurendang, Ajibarang, Banyumas, kemarin (27/7). (BASARNAS UNTUK JAWA POS)

RADARPAPUA - Meskipun pimpinannya sedang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi, aktivitas di Badan SAR Nasional (Basarnas) tetap berjalan normal. Kemarin Jawa Pos menyaksikan sendiri suasana di kantor pusat Basarnas di Kemayoran, Jakarta Pusat, yang tetap memberikan pelayanan tanpa gangguan.

Hal yang sama berlaku di lokasi kejadian, di kawasan pertambangan emas rakyat, Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, di mana delapan penambang terjebak dalam lubang galian.

Tim SAR gabungan, termasuk SAR Cilacap, SAR Semarang, dan SAR Jogjakarta, serta didukung oleh tim TNI-Polri dan BPBD, telah bekerja keras untuk menyelamatkan para penambang tersebut. Namun, sampai hari kedua evakuasi, upaya mereka belum membuahkan hasil.

Proses evakuasi dimulai dengan penyedotan air menggunakan enam unit mesin pompa air submersible yang lebih besar daripada sebelumnya. Adah Sudarsa, kepala Kantor SAR Cilacap sebagai SAR mission coordinator (SMC), mengungkapkan bahwa tim juga berusaha menutup titik resapan air dari beberapa lokasi.

Langkah kedua yang diambil oleh tim SAR gabungan adalah menggunakan kamera hole milik ESDM Provinsi Jawa Tengah untuk mencari tahu kondisi di dalam lubang tersebut.

"Dari hasil pemantauan dengan kamera hole, terlihat banyak pipa pembuangan air dan kabel listrik blower milik para penambang," ujar Adah.

Berdasarkan informasi dari Basarnas, delapan penambang terjebak di lubang galian tersebut sejak Selasa (25/7) malam, tepatnya pukul 23.00.

Mereka terjebak setelah air tiba-tiba masuk dan menggenangi tambang emas rakyat tersebut. Diduga, kedalaman tempat mereka terjebak mencapai lebih dari 50 meter.

Nama-nama delapan penambang tersebut adalah Cecep Suriyana (29), Muhamad Rama A. Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), dan Mulyadi (40). Mereka berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, demikian yang diungkapkan oleh Adah.

Rencananya, tiga personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) akan bergabung dalam upaya evakuasi delapan penambang ini.

"Kondisi di sana masih banyak rintangan. Kami akan melakukan penyelaman dengan memprioritaskan keselamatan," ungkap Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Bambang Subeno, seperti dikutip dari Radar Banyumas. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#sar gabungan #pertambangan emas #basarnas #tambang ilegal