RADARPAPUA - Sejumlah daerah telah mengajukan usulan calon penjabat (Pj) kepala daerah melalui DPRD masing-masing. Tindakan ini sebagai bagian dari penunjukan 85 Pj untuk mengisi jabatan kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada awal September.
Dari 85 daerah yang membutuhkan Pj gubernur, di Jawa terdapat dua gubernur dengan masa jabatan yang akan berakhir pada 5 September 2023, yaitu Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK).
Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, mengungkapkan optimisme bahwa siapa pun yang ditunjuk sebagai Pj gubernur tidak akan mengalami kesulitan. Dia menyatakan, "Karena Jawa Barat relatif sudah banyak reformasi, kemajuan."
Dia juga menyampaikan harapannya bahwa Pj gubernur Jawa Barat selanjutnya dapat merawat dan meneruskan capaian yang telah dicapai dalam lima tahun terakhir, terutama hal-hal yang telah terbukti memberikan manfaat besar dan kemudahan bagi masyarakat.
Hingga saat ini, terdapat tiga nama calon Pj gubernur Jawa Barat yang diusulkan oleh DPRD Jawa Barat. Ketiga nama tersebut, yaitu Direktur Jenderal Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM Asep N. Mulyana, guru besar bidang farmakologi dan farmasi klinik Universitas Padjadjaran Keri Lestari, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin.
Meskipun begitu, Ridwan Kamil mengaku belum mengetahui tiga nama calon Pj gubernur Jawa Barat yang diusulkan oleh Mendagri bersama kementerian lain. Dia menyatakan bahwa keputusan akhir ada di tangan Presiden Joko Widodo.
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh DPRD dalam banyak program terobosan.
Dia menyatakan, "Kami berdialog, kami berdebat, kami saling mengisi, saling mengoreksi. Itulah sebenarnya check and balancing. Saling melakukan pengecekan di antara kita."
Pertemuan rapat paripurna dengan agenda pengumuman akhir masa jabatan gubernur yang diselenggarakan di ruang rapat DPRD Jateng merupakan tanda pamitan Ganjar Pranowo dengan mitra kerjanya, sebulan sebelum masa jabatannya sebagai gubernur Jateng berakhir.
Ganjar juga menekankan bahwa kerja sama yang baik dengan DPRD Jateng selama sepuluh tahun terakhir telah menghasilkan kebijakan-kebijakan terobosan.
Beberapa kebijakan yang berhasil dilakukan bersama legislatif adalah kebijakan sekolah gratis bagi SMA/SMK, memberikan upah layak bagi guru honorer, serta memberikan bantuan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk desa wisata.
Ganjar juga mengakui bahwa proses panjang bersama DPRD Jateng dalam pengambilan dan penentuan kebijakan telah membentuk hubungan saling mengisi dan memberikan kritikan yang konstruktif.
Pada awal masa kepemimpinannya sebagai gubernur Jateng, Ganjar bersama DPRD berhasil meningkatkan anggaran untuk infrastruktur hingga 300 persen.
Dia menyatakan, "Tahun 2014, menurut saya, juga penting, yang kalau kita lihat posisi jalan-jalan yang dibuat dengan model rigid beton hari ini masih bagus." (jpg)
Editor : Tina Mamangkey