Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Polusi Udara di Jabodetabek Semakin Memburuk, Jokowi Minta Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

Tina Mamangkey • Senin, 14 Agustus 2023 | 13:45 WIB
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (Dok/JawaPos.com)
Ilustrasi polusi udara di Jakarta (Dok/JawaPos.com)

RADARPAPUA - Senin (14/8) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas tentang kondisi kualitas udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Acara tersebut diadakan di Istana Merdeka dan dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju serta Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.

Dalam rapat ini, Jokowi mengakui bahwa kualitas udara di Jabodetabek belakangan ini sangat buruk. Dia menyatakan bahwa peningkatan polusi udara terkait dengan berlangsungnya musim kemarau yang berkepanjangan.

"Selama satu pekan terakhir, kualitas udara di Jabodetabek sangat-sangat buruk dan pada tanggal 12 Agustus 2023, kualitas udara di DKI Jakarta mencapai angka 156 dengan status tidak sehat," ungkap Jokowi.

Presiden juga menjelaskan bahwa beberapa faktor menyebabkan buruknya kualitas udara di Jabodetabek, termasuk kurangnya curah hujan akibat musim kemarau yang melanda berbagai wilayah di Indonesia.

"Diantara faktor-faktor ini adalah musim kemarau yang berlangsung selama tiga bulan terakhir, menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi. Selain itu, emisi dari sektor transportasi dan kegiatan industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur, juga berkontribusi terhadap situasi ini," kata Jokowi.

Jokowi juga memberikan sejumlah arahan dalam rapat tersebut. Dalam jangka pendek, ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan tindakan intervensi guna memperbaiki kualitas udara di Jabodetabek. Jokowi juga mengusulkan untuk melakukan rekayasa cuaca demi merangsang turunnya hujan di kawasan Jabodetabek, serta menerapkan regulasi yang bertujuan untuk percepatan penerapan batas emisi, terutama di wilayah Jabodetabek.

"Selanjutnya, peningkatan lahan hijau perlu diutamakan. Tentu saja, hal ini membutuhkan alokasi anggaran yang memadai. Kami juga harus berani mendorong berbagai kantor untuk menerapkan pola kerja hybrid, seperti bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah. Detail mengenai pola ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas ini," jelas Jokowi.

Dalam konteks jangka menengah, Jokowi mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi berbahan bakar fosil ke transportasi umum. Ia juga menginformasikan tentang rencana integrasi sistem transportasi umum di Jakarta.

"Proyek LRT diharapkan akan dioperasikan dalam bulan ini, MRT sudah beroperasi, dan proyek kereta cepat diharapkan akan berjalan bulan depan. Kami juga akan mempercepat adopsi kendaraan umum berbasis listrik dengan dukungan pemerintah," ucap Jokowi.

Lebih lanjut, dalam jangka panjang, Jokowi menegaskan perlunya langkah-langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Ia juga meminta pihak terkait untuk mengintensifkan pengawasan terhadap sektor industri dan pembangkit listrik, terutama di sekitar wilayah Jabodetabek.

"Terakhir, edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan secara maksimal. Itulah pesan utama yang ingin saya sampaikan dalam pengantar ini," pungkas Jokowi. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono