RADARPAPUA - Sejumlah tokoh perempuan telah muncul dalam pertarungan untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) yang bakal datang. Ketiga figur perempuan ini adalah Khofifah Indar Parawansa, Susi Pudjiastuti, dan Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid.
Tiga tokoh perempuan ini telah disebut-sebut sebagai kandidat potensial dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres). Bahkan, mereka bertiga telah mengadakan pertemuan dengan beberapa bakal calon presiden (Capres).
1. Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah lama dikenal dalam kancah politik Indonesia. Karirnya dalam dunia politik mengesankan, sebelum menjadi Gubernur Jawa Timur, Khofifah pernah menjabat sebagai Menteri Sosial pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Nama Khofifah bahkan telah disorot sebagai salah satu calon potensial untuk mendampingi Anies Baswedan dan Prabowo Subianto sebagai Cawapres. Ia dianggap sebagai tokoh perempuan yang memiliki dukungan kuat dari Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur.
Khofifah juga telah mendapatkan pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar 500 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2023 ("The World's 500 Most Influential Muslims 2023").
Karier gemilang Khofifah dalam politik Indonesia meliputi berbagai jabatan, antara lain sebagai Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI pada periode 1992–1997, Pimpinan Komisi VIII DPR RI pada periode 1995–1997, Anggota Komisi II DPR RI pada periode 1997–1998, Wakil Ketua DPR RI tahun 1999, Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI tahun 1999, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan tahun 1999–2001, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tahun 1999–2001, Ketua Komisi VII DPR RI pada periode 2004–2006, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI pada periode 2004–2006, Anggota Komisi VII DPR RI tahun 2006, Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja tahun 2014–2018, dan menjadi Gubernur Jawa Timur sejak tahun 2019.
2. Susi Pudjiastuti
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dikenal sebagai tokoh yang eksentrik dan dekat dengan rakyat. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pendiri maskapai Susi Air ini terlihat mengemudikan mobilnya sendiri.
Susi, dengan sikap sederhananya, dianggap sebagai calon yang menarik bagi Capres untuk menjadi Cawapres. Belakangan ini, dia bahkan disebut-sebut sebagai pasangan potensial Anies Baswedan.
Anies juga telah berbicara tentang obrolannya dengan Susi Pudjiastuti di Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (24/7) yang lalu. Anies menyebut bahwa mereka berbicara tentang situasi politik di Indonesia.
Usai pertemuan tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) sepakat bahwa Anies dan Susi akan berpasangan dalam Pemilihan Presiden tahun 2024. PKS menyatakan bahwa Susi memiliki semangat yang sejalan dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
3. Yenny Wahid
Zannuba Ariffah Chafsoh, atau lebih dikenal sebagai Yenny Wahid, putri dari Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, juga merupakan salah satu kandidat alternatif untuk posisi Cawapres. Yenny, yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU), dianggap mewarisi nilai-nilai dari almarhum ayahnya, Gus Dur.
Yenny baru-baru ini menyatakan kesiapannya untuk menjadi Cawapres. Selain menjadi calon potensial Cawapres Anies Baswedan, namanya juga masuk dalam daftar calon potensial untuk mendampingi Ganjar Pranowo.
Partai Nasional Demokrat (NasDem) merekomendasikan Yenny Wahid sebagai pasangan yang cocok untuk Anies Baswedan. Bahkan, Capres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, telah bertemu dengan Yenny Wahid di kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Minggu (13/8) malam. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey