RADARPAPUA - Call of Duty: Mobile atau CODM adalah game tembak-tembakan (FPS) yang dikembangkan oleh TiMi Studio Group bekerja sama dengan Activision
CODM pertama kali dirilis pada akhir September 2019 untuk wilayah Asia Tenggara dan global tak lama setelahnya
Game ini punya banyak mode permainan seperti Team Deathmatch, Battle Royale, dan Zombies yang juga hadir di versi PC/console
Pada awal perilisan, CODM mencetak rekor selama minggu pertama dengan lebih dari 100 juta unduhan
Pendapatan minggu pertama CODM dilaporkan mencapai lebih dari USD 17 juta, menjadikannya salah satu peluncuran terbesar dalam sejarah game mobile.
Sejak itu, CODM terus berkembang dan mencetak pendapatan sekitar USD 1,8 miliar secara keseluruhan.
Jumlah pemain aktif bulanan CODM tembus lebih dari 15 juta, dengan rata-rata sesi permainan hampir 30 menit per hari
Game ini mendapatkan pujian dari IGN, GameSpot, dan Polygon karena hampir tidak membawa kompromi dari versi aslinya
Mode terbaru CODM Season 7 bertajuk Phantom Current hadir dengan mode baru seperti RC-XD Car Racing Mode, event Gulag, dan kolaborasi Girls’ Frontline
Battle Pass Season 7 juga menghadirkan skin karakter, blueprint senjata, serta Mythic Draw baru seperti Dark Shepherd dan Nyx Legendary
Selain itu CODM kembali menghadirkan sistem wildcard seperti Skill Overdrive dan event tematis laut dalam yang memberi warna berbeda
Kompetisi esports CODM juga makin seru dengan turnamen besar seperti CODM World Championship 2025 dengan total hadiah lebih dari USD 1 juta
Selain itu, ada juga Call of Duty Mobile Major 2025 yang digelar tahun ini dengan hadiah lebih dari USD 300 ribu
Game ini menunjukkan kalau CODM bukan cuma populer tapi juga kompetitif di kancah esports dunia
Di tengah popularitas CODM, muncul game lokal Wardeka yang punya pendekatan berbeda dengan nuansa budaya Indonesia.
Wardeka menghadirkan gameplay strategi dengan peta dan karakter yang terinspirasi dari budaya Nusantara dan mitologi lokal
Meski dari genre berbeda, kedua game sama-sama menuntut strategi dan kerjasama tim yang baik.
Bermain CODM bisa mengasah ketepatan dan refleks, sedangkan Wardeka bisa melatih otak dalam merancang taktik jangka panjang.
Wardeka bahkan mulai dilirik komunitas lokal karena pendekatan edukatif dan kaya nilai budaya yang dibawanya.
Untuk anak SMP yang suka game seru dan pengen kenal game Indonesia, CODM dan Wardeka bisa jadi dua pilihan yang bagus dan saling melengkapi. (aak)
Editor : Richard Lawongan