RADARPAPUA - Turnamen esports bergenre FPS terus menjadi sorotan dunia sepanjang 2025.
Ajang PGL Major Copenhagen tahun ini menjadi pembuka kemeriahan untuk para penggemar Counter-Strike 2.
Kompetisi tersebut mempertemukan 24 tim terbaik dari berbagai negara di Royal Arena, Denmark.
Dengan total hadiah USD 1,25 juta, persaingan berlangsung ketat dari babak grup hingga grand final.
Natus Vincere akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan FaZe Clan di laga penentuan.
Para penonton dibuat kagum oleh aksi-aksi presisi dan strategi yang ditunjukkan setiap tim.
Tak hanya CS2, dunia Valorant juga dipenuhi momen spektakuler sepanjang tahun.
Valorant Masters Toronto 2025 menjadi panggung gemilang bagi tim Paper Rex.
f0rsakeN, salah satu pemain bintang dari Asia Tenggara, berhasil menyabet gelar MVP turnamen tersebut.
Paper Rex mengalahkan Fnatic dalam laga final yang penuh kejutan dan comeback dramatis.
Sementara itu, di Esports World Cup 2025, Valorant kembali menjadi daya tarik utama.
Team Heretics menjadi juara setelah menumbangkan Fnatic dengan strategi yang efektif.
Tak kalah menarik, PUBG Mobile juga mencetak sejarah di ajang PUBG Mobile World Cup 2025.
Turnamen tersebut berlangsung di Riyadh dan diikuti tim-tim papan atas dunia.
Yangon Galacticos berhasil merebut gelar juara, dengan “DOK” dinobatkan sebagai MVP.
Deretan turnamen ini membuktikan bahwa FPS masih menjadi salah satu genre terkuat di esports global.
Kecepatan, presisi, dan kekompakan tim menjadi kunci kemenangan di setiap laga.
Di tengah dominasi game global, industri game Indonesia juga mulai menunjukkan potensinya.
Salah satunya lewat hadirnya Wardeka, game lokal dengan cita rasa budaya Nusantara yang kental.
Wardeka memang bukan FPS, namun semangat kompetisi dan inovasi yang dibawanya menginspirasi pengembang lokal.
Banyak gamer berharap suatu hari akan hadir game FPS buatan Indonesia dengan kualitas setara turnamen internasional.
Perjalanan esports di tahun 2025 membuktikan bahwa panggung kompetitif tidak lagi milik segelintir negara saja.
Dengan dukungan komunitas dan inovasi pengembang, masa depan game lokal bisa semakin cerah. (aak)
Editor : Richard Lawongan