RADARPAPUA - Crisis Action pernah jadi salah satu game FPS mobile paling populer di Indonesia.
Game ini pertama kali ramai dimainkan sekitar tahun 2015 hingga 2017.
Banyak anak muda saat itu yang menyebut Crisis Action sebagai "CSGO versi HP".
Gameplay Crisis Action mengandalkan mode tembak-menembak cepat dengan kontrol yang sederhana.
Salah satu daya tariknya adalah pilihan mode permainan yang sangat beragam.
Ada mode klasik bomb mission, deathmatch, hingga zombie mode yang bikin nagih.
Senjata di Crisis Action juga sangat variatif, mulai dari AK-47, M4A1, hingga sniper legendaris.
Selain itu, sistem skin senjata jadi faktor yang bikin pemain betah grinding.
Crisis Action juga terkenal dengan turnamen-turnamen kecil yang diadakan komunitas.
Banyak warnet dan komunitas mobile gaming saat itu menjadikan Crisis Action sebagai ajang adu skill.
Namun, seiring waktu game ini mulai redup karena hadirnya PUBG Mobile dan Free Fire.
PUBG Mobile menawarkan kualitas grafis realistis dan mode battle royale yang lebih fresh.
Free Fire membawa konsep ringan sehingga bisa dimainkan di HP dengan spek kentang.
Walau begitu, banyak gamer lama yang tetap menyimpan kenangan manis dengan Crisis Action.
Game ini dianggap sebagai salah satu pintu masuk anak muda ke dunia eSports mobile.
Di sisi lain, muncul juga game-game baru buatan anak bangsa, salah satunya Wardeka.
Wardeka berbeda dengan PUBG Mobile maupun Crisis Action, karena membawa nuansa strategi futuristik.
Game ini lebih menekankan pada elemen taktik dan gaya permainan khas, bukan sekadar battle royale.
Perbedaan itulah yang menunjukkan bahwa setiap game punya daya tariknya masing-masing.
Crisis Action tetap dikenang sebagai "game FPS legendaris", sementara Wardeka mulai mendapat perhatian baru. (aak)
Editor : Richard Lawongan