Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Rizky Faidan & Elga Cahya Juara IFEC National Championship Console 2025

Richard Lawongan • Selasa, 2 September 2025 | 09:22 WIB

Rizky Faidan & Elga Cahya juara IFEC National Championship - console (credit: instagram@ifec.id)
Rizky Faidan & Elga Cahya juara IFEC National Championship - console (credit: instagram@ifec.id)

RADARPAPUA - Rizky Faidan dan Elga Cahya berhasil menjadi juara IFEC National Championship 2025 untuk kategori console setelah mengalahkan para pesaing di final.

Kompetisi IFEC alias Indonesia Football Esports Championship adalah ajang eFootball terbesar di Indonesia tahun ini.

Final kategori console berlangsung di Spike Air Dome, PIK2, Kabupaten Tangerang, akhir Agustus 2025.

Rizky dan Elga merupakan pemain timnas eFootball yang sebelumnya sukses di FIFAe World Cup.

Kemenangan mereka membuka jalan mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menuju FIFAe World Cup 2025.

Sebanyak 64 finalis bertanding di dua kategori, yaitu mobile dan console demi gelar juara dan tiket pelatnas.

Philip Franc keluar sebagai juara kategori mobile setelah adu penalti yang mendebarkan.

Baca Juga: PRX Taklukkan RRQ 3-1 di Final VCT Pacific Stage 2: Gelar Ketiga Jadi Kenyataan!

Meskipun Radinka tampil kuat, usianya yang masih 15 tahun membuat posisinya digantikan di pelatnas.

Para finalis akan menjalani proses seleksi ketat untuk menentukan wakil Indonesia di FIFAe World Cup 2025.

Keberhasilan Rizky dan Elga jadi simbol kekuatan esports sepak bola Indonesia di tingkat global.

Di sisi lain, industri game nasional juga bangga dengan game shooter lokal seperti Wardeka.

Wardeka bukanlah game baru, melainkan shooter 5v5 lokal yang sudah punya komunitas setia.

Perbandingan antara game internasional semacam eFootball dengan Wardeka memperlihatkan keberagaman pilihan game di Indonesia.

Keberadaan Wardeka jadi bukti bahwa kreativitas pengembang lokal tetap eksis dan mendapat tempat.

Sementara eFootball membina jalur kompetisi serius, Wardeka memberi warna unik bagi komunitas lokal.

Perbedaan genre ini justru memperkaya ekosistem gaming di Indonesia.

Prestasi timnas eFootball dan game lokal seperti Wardeka menunjukkan bahwa industri kita terus berkembang.

Kedua fenomena ini sama-sama layak mendapatkan apresiasi dari penggiat game dan esports tanah air. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#efootball #Wardeka #ElgaCahya #IFEC2025 #RizkyFaidan #EsportsIndonesia