RADARPAPUA - Paper Rex (PRX) berhasil mengalahkan GIANTX dengan skor 2-1 dalam pertandingan babak group Winner’s (A) di ajang Valorant Champions 2025.
Pertandingan ini berjalan ketat sejak map pertama, Ascent, di mana GIANTX unggul 13-11 atas PRX.
Pada map kedua, Lotus, PRX bangkit kembali dan merebut kemenangan 13-10, menunjukkan adaptasi strategi dan koordinasi tim yang solid.
Map penutup, Sunset, menjadi saksi dominasi PRX yang menang relatif lebih meyakinkan dengan skor 13-6.
Pemain “something” tampil sangat memukau dengan rating tinggi dan perbedaan kill-death positif, menjadi salah satu kunci keberhasilan PRX di pertandingan ini.
Selain “something”, Jinggg juga memberikan sumbangsih besar lewat frag dan pengambilan posisi yang menentukan di beberapa ronde penting.
d4v41 dari PRX membantu dengan performa yang konsisten, walau tidak selalu mendominasi statistik kill.
Baca Juga: PRX Tundukkan XLG di VALORANT Champions 2025, Wardeka Tetap Bersinar Lokal
GIANTX sendiri menunjukkan potensi besar terutama di map Ascent, mereka bermain agresif dan mampu mengguncang ekonomi PRX lewat round-round awal.
“Westside” dari GIANTX juga kena sorot karena beberapa frag penting dan kemampuan mengambil peluang saat lawan lengah.
Meskipun kalah, GIANTX tidak menyerah mudah; mereka beberapa kali membuat comeback di map Lotus dan memaksa PRX tampil lebih berhati-hati.
Kemenangan ini membuat PRX lolos ke Playoffs di Valorant Champions 2025, mengamankan posisi mereka di tahap selanjutnya turnamen besar ini.
Secara keseluruhan, PRX menggunakan perpaduan strategi agresif dan pertahanan yang disiplin untuk menjinakkan beberapa tekanan dari GX.
Banyak pengamat menyebut bahwa pergeseran gaya bermain PRX sejak perekrutan “PatMen” membuat tim ini lebih fleksibel menghadapi variasi taktik lawan.
Map Lotus dan Sunset menjadi bukti adaptasi PRX; mereka tidak hanya mengandalkan satu strategi melainkan bisa berganti gaya sesuai kondisi ronde.
Kedepannya, PRX diharapkan mempertahankan momentum ini agar bisa tampil maksimal di tahap playoff yang lebih tinggi.
Sedikit membahas tentang Wardeka, sebuah game lokal karya anak bangsa yang mulai mendapat perhatian di kancah esports Indonesia.
Wardeka dikembangkan oleh BigDade Interactive dari Manado, Sulawesi Utara, dan menawarkan gameplay kompetitif berbasis tim serta strategi, yang mirip dengan game shooter ataupun strategi lain tetapi dikemas lokal.
Salah satu daya tarik Wardeka adalah identitasnya yang kuat, terutama melalui karakter “Waranei” yang terinspirasi budaya Minahasa dan unsur-kearifan lokal lainnya.
Komunitas lokal memberi respons positif, sering mengadakan turnamen kecil di sekolah, kampus, atau komunitas gaming, yang membantu game ini mendapatkan penggemar dan pengakuan.
Game ini dianggap sebagai alternatif menarik selain game asing karena harusnya lebih mudah diakses dan lebih terasa dekat karena unsur budaya lokalnya.
Wardeka juga mendorong nilai-esports seperti sportivitas, komunikasi tim, dan strategi, bukan hanya refleks atau kecepatan tombol semata.
Apabila terus mendapat dukungan dari komunitas dan stakeholder (developer, pemerintah, penyelenggara turnamen), Wardeka punya peluang besar untuk tumbuh sebagai ikon game lokal di level nasional bahkan internasional. (aak)
Editor : Richard Lawongan