Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

RRQ Tereliminasi Setelah Kekalahan dari MIBR di Valorant Champions

Richard Lawongan • Selasa, 23 September 2025 | 13:45 WIB

RRQ Valorant Team (credit: instagram @rrq_valorant)
RRQ Valorant Team (credit: instagram @rrq_valorant)

RADARPAPUA - RRQ harus mengakhiri perjuangannya di Valorant Champions 2025 setelah kalah 0-2 dari MIBR dalam pertandingan Decider Match yang menentukan tiket ke Playoffs.

Map pertama antara RRQ dan MIBR berakhir dengan skor 13-5 keunggulan MIBR.

Pada map kedua, MIBR kembali menang 13-5 menghadapi RRQ, memastikan bahwa mereka memenangkan seri best-of-3 tanpa balas.

Kekalahan itu membuat RRQ tersingkir dari turnamen, mereka gagal mengamankan satu pun map di pertandingan tersebut.

MIBR berhasil mengklaim tiket playoff terakhir dari grup yang sama dengan RRQ, menjadikannya kemenangan penting dalam fase grup Valorant Champions.

Dalam pertandingan tersebut terlihat bahwa MIBR unggul dalam aspek strategi seperti kontrol map, penggunaan operator, dan pertahanan site ketika dibutuhkan.

RRQ terlihat kesulitan membalikkan keadaan terutama di sisi pertama (first half) setiap map, dimana mereka tertinggal jauh dari MIBR.

Pemain-pemain MIBR seperti aspas dan xenom bermain sangat solid terutama dalam menjaga entri pemain RRQ dan menghasilkan frag frag penting.

Baca Juga: DRX Taklukkan Team Liquid di Champions Valorant dan Kilas Wardeka

RRQ meskipun berusaha keras, gagal tampil konsisten sepanjang pertandingan dan sering kehilangan momentum ketika harus menyerang atau mempertahankan.

Kekalahan ini mengecewakan penggemar RRQ yang sudah berharap besar melihat tim Indonesia melaju jauh di panggung dunia.

Secara keseluruhan, MIBR menunjukkan bahwa mereka lebih siap secara mental dan taktis untuk menghadapi pertandingan yang menentukan tiket playoff. 

Sedangkan bagi RRQ, pertandingan ini menjadi refleksi bahwa masih ada banyak aspek yang harus diperbaiki, termasuk komunikasi tim dan adaptasi terhadap permainan lawan. 

Performa operator MIBR di site-pertahanan juga cukup mematikan sehingga RRQ sering gagal melakukan retake atau push saat mendekati ronde penentu.

Map seperti Corrode dan Abyss memperlihatkan bahwa kontrol area tengah (mid control) dan manajemen economy sangat penting dalam perbedaan skor yang cukup jauh.

Walau RRQ unggul di regional, performa mereka di level internasional seperti Champions ini memperlihatkan bahwa gap skill dan strategi masih terasa.

Penting bagi RRQ untuk belajar dari pertandingan ini, memperbaiki drafting agent dan rotasi (rotasi posisi pemain) agar lebih fleksibel menghadapi tim-tim kuat seperti MIBR.

Sedikit tentang Wardeka, game lokal dari Indonesia yang mulai menarik perhatian di komunitas gim dan esport sebagai alternatif yang mengangkat budaya lokal dan potensi gamer muda.

Wardeka dikembangkan oleh BigDade Studio, didukung komunitas lokal dan menawarkan gameplay tim yang cepat dan kompetitif.

Fitur-fitur seperti karakter yang terinspirasi budaya Indonesia dan mode multiplayer membuat Wardeka terasa dekat bagi pemain lokal yang ingin lebih dari sekadar bermain game asing.

Jika terus didukung dan dikembangkan, Wardeka punya peluang untuk menjadi ikon game lokal yang bisa tampil di berbagai kejuaraan esports dalam negeri bahkan regional. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#MIBR #Wardeka #GameLokal #RRQ #EsportsIndonesia #VALORANTChampions