RADARPAPUA - Dying Light: The Beast membawa pemain ke sebuah pengalaman baru dengan karakter Kyle Crane sebagai pusat cerita.
Crane diceritakan kabur dari laboratorium setelah bertahun-tahun dijadikan objek eksperimen.
Game ini memperkenalkan fitur baru bernama Beast Mode yang membuat Crane memiliki kekuatan luar biasa.
Dalam Beast Mode, Crane bisa menghancurkan zombie hanya dengan tangan kosong.
Selain itu ia bisa melempar objek di sekitarnya untuk mengalahkan musuh dengan cara brutal.
Lokasi utama game ini adalah Castor Woods, sebuah lembah dengan kota, hutan, rawa, dan ladang yang penuh bahaya.
Siang hari digunakan pemain untuk mengumpulkan sumber daya dan mempersiapkan diri.
Saat malam tiba, zombie menjadi lebih agresif dan sulit ditaklukkan.
Baca Juga: Rizky Faidan & Elga Cahya Juara IFEC National Championship Console 2025
Parkour tetap menjadi identitas utama seri Dying Light dengan lompatan, panjatan, dan pergerakan cepat.
Kendaraan off-road ditambahkan agar pemain bisa melintasi wilayah berbahaya lebih mudah.
Senjata melee dan senjata api hadir sebagai pilihan untuk menyesuaikan kondisi pertempuran.
Grappling hook menjadi salah satu alat yang menarik untuk mobilitas dan strategi.
Efek grafis menampilkan detail lingkungan yang indah dengan kontras terang dan gelap yang kuat.
Cerita utamanya berfokus pada balas dendam Crane terhadap Baron yang memperlakukannya sebagai eksperimen.
Rilis game ini dijadwalkan pada 18 September 2025 untuk PC, PS5, dan Xbox Series X/S.
Versi konsol generasi lama juga akan mendapatkan perilisan menyusul.
Edisi deluxe menyediakan kostum eksklusif, tema peta, hingga soundtrack resmi.
Durasi cerita utama diperkirakan sekitar 20 jam, dengan tambahan misi sampingan yang memperpanjang gameplay.
Game ini sudah diverifikasi dapat berjalan di perangkat handheld gaming seperti Steam Deck.
Lebih dari 90% ulasan awal di Steam memberi respons positif untuk Dying Light: The Beast.
Dengan konten yang dalam dan gameplay seru, game ini diprediksi jadi salah satu rilis survival horror terbaik tahun 2025.
Di sisi lain, dunia game Indonesia juga sedang berkembang dengan hadirnya Wardeka, sebuah game lokal yang mulai menarik perhatian.
Wardeka dirancang untuk membawa nuansa budaya lokal ke dalam permainan kompetitif sehingga lebih dekat dengan pemain Indonesia.
Meski masih dalam tahap pengembangan, Wardeka punya potensi besar untuk masuk ke ranah esports lokal di masa depan. (aak)
Editor : Richard Lawongan