Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Hutan Papua Pegunungan Jadi Harapan Baru, Ini 5 Program Andalan Kemenhut

Tina Mamangkey • Kamis, 23 April 2026 | 12:36 WIB
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Johny Santoso (Antara/Yudhi Efendi)
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Johny Santoso (Antara/Yudhi Efendi)

 

RADARPAPUA - Upaya menjaga kelestarian hutan Indonesia terus diperkuat, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan alam luar biasa seperti Papua Pegunungan.

Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia kini mendorong berbagai langkah strategis guna memastikan ekosistem hutan tetap terjaga sekaligus berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon nasional.

Melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua, Kemenhut RI menekankan pentingnya implementasi lima program utama yang menjadi bagian dari komitmen besar Indonesia dalam menjaga lingkungan, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.

Kepala BBKSDA Papua, Johny Santoso, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari target nasional bertajuk Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yakni upaya menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan sebagai penyerap bersih emisi karbon pada tahun 2030.

“Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 memiliki lima program prioritas di antaranya pengolahan hutan lestari, peningkatan cadangan karbon, konservasi keanekaragaman hayati, restorasi ekosistem gambut dan penegakan hukum dan penguatan kapasitas kelembagaan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Kemenhut RI menggelar kegiatan sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, selama dua hari pada 21–22 April 2026.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi lintas pihak.

Menurut Johny, Papua Pegunungan memiliki posisi strategis dalam mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca karena kekayaan hutan dan keanekaragaman hayatinya yang masih sangat tinggi.

Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kegiatan Sub Nasional Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 diselenggarakan di Papua Pegunungan sebagai wadah komunikasi, koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan para pemangku kepentingan khususnya dalam proses perencanaan dan implementasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan di daerah terkait kebijakan serta arah strategis Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperjelas peran daerah dalam mendukung target nasional tersebut.

“Intinya kegiatan ini digelar untuk mendorong sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat adat dan pemangku kepentingan lainnya di Papua Pegunungan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemenhut RI.

Mereka memberikan pemaparan terkait kebijakan, strategi, serta langkah implementasi program di tingkat daerah.

Johny menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengumpulkan serta memverifikasi data awal yang dibutuhkan dalam mendukung program penurunan emisi di sektor kehutanan, khususnya di Papua Pegunungan.

“Tentu sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan di Papua Pegunungan mengenai Indonesia’s Fulo Net Sink 2030 serta terverifikasi data dan informasi awal yang dibutuhkan untuk mendukung program penurunan emisi rumah kaca sektor kehutanan di Papua Pegunungan,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan Papua Pegunungan dapat menjadi salah satu wilayah kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Indonesia, sekaligus berkontribusi nyata dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. (antara)

Editor : Tina Mamangkey
#Kemenhut RI #Balai Besar Konservasi Sumber Daya #Papua Pegunungan #Sumber Daya Alam