RADARPAPUA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis wilayah Indonesia untuk Dasarian I September 2026.
Peringatan ini berlaku pada periode 1 hingga 10 September 2026.
Berdasarkan informasi BMKG yang dilansir dari instagram infobmkg pada Kamis (3/9), sejumlah wilayah Indonesia terpantau berpotensi mengalami kekeringan meteorologis dengan tingkat berbeda, mulai dari Waspada, Siaga hingga Awas.
Sejumlah daerah, khususnya di Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi hingga Maluku, masuk dalam wilayah yang perlu mendapat perhatian.
BMKG juga mencatat sekitar 81 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat masyarakat di daerah yang mengalami musim kemarau perlu lebih bijak dalam menggunakan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan.
Peta Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis
Dalam peta BMKG, tingkat peringatan ditunjukkan melalui empat warna, yakni hijau untuk wilayah yang tidak ada peringatan, kuning untuk Waspada, cokelat untuk Siaga, dan merah untuk Awas.
Berikut wilayah yang tercantum dalam masing-masing kategori:
Waspada
Wilayah yang masuk kategori Waspada meliputi beberapa wilayah di: Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Siaga
Wilayah yang masuk kategori Siaga meliputi beberapa wilayah di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Awas
Sementara itu, wilayah yang masuk kategori Awas meliputi beberapa wilayah di Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Maluku Utara.
Kategori Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam informasi kekeringan meteorologis yang ditampilkan BMKG.
Wilayah yang masuk kategori ini perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kekeringan, terutama terkait ketersediaan air dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada sumber daya air.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau untuk menghemat air dan menggunakan sumber daya air secara bijak.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah.
Lingkungan yang lebih kering selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran apabila tidak diantisipasi.
Selain itu, aktivitas di luar ruangan pada siang hari dianjurkan untuk dikurangi apabila memungkinkan.
Masyarakat juga diingatkan untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim dari BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan cuaca dan potensi kekeringan.
Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah dengan kategori Waspada, Siaga, dan Awas, diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta menggunakan air secara efisien selama periode musim kemarau. (*)
Editor : Tina Mamangkey