Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Suku Mee dan Dani di Papua Tengah Bentrok, Tujuh Rumah Warga Dibakar, Ini Penyebabnya

Tanya Rompas • Kamis, 8 Juni 2023 | 14:14 WIB

Tangkapan layar video kebakaran rumah akibat sengketa batas tanah ulayat di Desa Urumusu, Distrik Uwapa, Nabire, Papua Tengah.
Tangkapan layar video kebakaran rumah akibat sengketa batas tanah ulayat di Desa Urumusu, Distrik Uwapa, Nabire, Papua Tengah.
RADARPAPUA- Sebanyak tujuh rumah warga hangus terbakar akibat bentrok Suku Mee dan Dani akibat sengketa batas tanah ulayat di Desa Urumusu, Distrik Uwapa, Nabire, Papua Tengah. Rumah yang terbakar terletak di KM 81 Jalan Raya Nabire-Dogiyai.

Polda Papua menyebutkan, pemerintah sedang melalukan mediasi kasus pertikaian tersebut, guna mencapai titik temu dan meredam konflik sosial di daerah itu. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan berbagai langkah dilakukan pemerintah guna meredam terjadinya kasus pertikaian antarwarga tersebut.

"Berbagai informasi yang beredar saat ini terkait terjadi konflik antarwarga di Kabupaten Nabire, sedang ditangani secara serius oleh pihak kepolisian bersama pemerintah daerah serta instansi terkait," katanya.

Menurut Ignatius, rekonsiliasi ini bertujuan untuk menemukan titik temu antara kedua kelompok yang bertikai, guna menghindari korban jiwa dan kerugian material lebih lanjut bagi warga.

"Kami meminta warga, khususnya di Kabupaten Nabire dan beberapa kabupaten di sekitar wilayah itu agar menahan diri di tempat masing-masing ataupun tidak melakukan aksi yang dapat merugikan diri sendiri ataupun orang lain," ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah setempat, dengan dukungan aparat keamanan, bertindak cepat untuk mencegah konflik berkepanjangan dengan mengutamakan norma adat dan agama.

"Kepada masyarakat di luar Provinsi Papua Tengah, diharapkan tetap tenang dan tidak memposting video kebakaran yang dapat memicu kemarahan warga, mengingat potensi dampak negatif dari konten video tersebut," katanya lagi.

Sebelumnya, terjadi perselisihan antara suku Mee dan suku Dani yang bermula dari isu pencabutan tanda batas lokasi tanah ulayat di Desa Urumusu, Kecamatan Uwapa, Kabupaten Nabire, Senin (5/6) sekitar pukul 12.00 WIB, sehingga mengakibatkan kematian dua Mees, terluka oleh panah dan luka tusukan, dan hingga saat ini polisi terus mendata kerusakan dan rumah.(ant)

 

Editor : Tanya Rompas
#papua tengah #Bentrok Suku Mee dan Suku Dani #Papua