Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadan mengatakan, tercatat sejak 5 Juni 2023 hingga 11 Juni 2023 terdapat 190 laporan terkait kasus TPPO. Laporan kasus tersebut tersebar di berbagai Polda di Indonesia. ”dari tingkat Mabes Polri hingga Polda-Polda,” jelasnya.
Untuk lima Polda terbanyak laporan kasus TPPO, yakni Polda Jabar dengan 36 laporan, lalu Polda Kalimantan Barat dengan 26 laporan, Polda Jawa Tengah tercatat 25 laporan, Polda Kalimantan Timur mencapai 25 laporan, dan Polda Kaltara tercatat 15 laporan. ”Semua ditangani,” ujarnya.
Dari semua laporan tersebut, Satgas TPPO dalam satu minggu berhasil menangkap sebanyak 212 tersangka kasus TPPO. Tersangka ditangkap diberbagai wilayah Polda se-Indonesia. ”Satu minggu berhasil tangkap sebanyak itu,” terangnya.
Dalam kasus tersebut Polri juga berhasil menyelamatkan 824 orang. Ratusan orang itu hampir menjadi korban perdagangan dengan dikirim ke luar negeri. ”Namun, bisa digagalkan,” terangnya di Kantor Divhumas Polri kemarin.
Menurutnya, 824 korban perdagangan orang tersebut terdiri dari 389 lelaki, 370 perempuan, serta yang ironis terdapat 42 korban perempuan tergolong usia anak dan 23 korban laki-laki terdata masih usia anak. ”Total korban perdagangan orang yang masih usia anak mencapai 65 orang,” paparnya.
Polri akan terus berkomitmen membongkar kasus TPPO sesuai instruksi Presiden Jokowi. Diharapkan kasus perdagangan orang mampu ditekan di Indonesia. ”Kami terus pantau kasus TPPO, pasti ditindak tegas,” ujarnya. (idr/jawapos)
Editor : Tanya Rompas