RADARPAPUA - Pemerintah dengan sigap merespons situasi bencana kelaparan yang melanda tiga distrik di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Rencana pembangunan lumbung pangan telah ditetapkan dengan target agar paling lambat bulan depan terlaksana.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, strategi pembangunan lumbung pangan ini mungkin dapat mengambil keuntungan dari fasilitas yang sudah ada, seperti tempat di Agandugume yang bisa dimanfaatkan.
Ini juga termasuk penggunaan sementara gedung calon rumah sakit yang saat ini belum beroperasi.
Pembangunan lumbung pangan ini menjadi salah satu langkah dalam penanganan jangka menengah untuk mengatasi dampak bencana kekeringan yang mengarah ke kelaparan di tiga distrik: Agandugume, Lambewi, dan Oweri di Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
"Paling lambat mungkin dalam bulan September," ungkapnya setelah menghadiri rapat penanganan kekeringan di Papua Tengah, di Jakarta, pada Rabu (9/8).
Selain upaya jangka menengah, langkah-langkah untuk penanganan dalam jangka pendek dan jangka panjang juga sedang disiapkan.
Langkah jangka pendek melibatkan pemenuhan kebutuhan pangan, obat-obatan, layanan dasar, serta infrastruktur dasar di tiga distrik tersebut. Ini juga termasuk penanganan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
"Semua kebutuhan akan dipenuhi dalam satu bulan ke depan. Dan dalam hal pasokan pangan, kami berharap tidak ada masalah dalam tiga bulan ke depan, sampai situasi pertanian pulih di daerah tersebut," jelasnya.
Pembaharuan juga diusulkan untuk Bandara Sinak dalam rencana jangka pendek ini. Mengingat Bandara Agandugume belum sepenuhnya beroperasi untuk distribusi logistik.
Muhadjir menyebut bahwa landasan pacu Bandara Sinak akan diperpanjang dari sebelumnya hanya 1.200 meter menjadi 1.600 meter. Dengan ini, pengiriman bantuan dapat dilakukan dengan pesawat yang lebih besar.
"Dengan cara ini, kami tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga kebutuhan di masa mendatang serta material-material yang diperlukan untuk membangun infrastruktur di sana," tambah Mantan Mendikbud tersebut.
Selanjutnya, rencananya adalah membangun jalan dari Sinak menuju Agandugume, setidaknya untuk kendaraan roda dua. Ini akan memungkinkan suplai logistik untuk tidak lagi harus diangkut oleh warga dengan berjalan kaki melalui jalan yang panjang.
Sebagaimana diketahui, warga Agandugume harus berjalan kaki selama dua hari satu malam untuk mendapatkan bantuan logistik dari pemerintah yang berpusat di Sinak karena bandara di Agandugume belum dapat digunakan untuk pendaratan pesawat. "Jika memungkinkan, kendaraan roda empat yang ringan dapat melewatinya," lanjut Muhadjir.
Dalam perkembangan selanjutnya, pemerintah telah merencanakan untuk memperkuat infrastruktur komunikasi dengan menambahkan BTS (Base Transceiver Station) serta membangun infrastruktur penyediaan air bersih.
Ini termasuk mencari solusi untuk tanaman yang dapat bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem di daerah tersebut. Seperti yang diketahui, pada periode Mei-Juli terjadi hujan es yang diikuti oleh embun salju, mengakibatkan umbi-umbian menjadi busuk.
"Ini berdasarkan laporan dari perguruan tinggi, ada jenis tanaman yang saat ini dapat tumbuh di Bukit Dieng, yang dapat diadaptasi dan ditanam di sana untuk jangka panjang," tambahnya.
Muhadjir juga menekankan pentingnya pembangunan pos keamanan di wilayah tersebut. Karena hingga saat ini, belum ada pos keamanan baik dari pihak kepolisian maupun TNI di tiga distrik tersebut.
Pos keamanan ini memiliki peran vital dalam memastikan suplai barang dapat mencapai Agandugume dengan aman. "Ini akan menjadi prioritas utama kami, mungkin dalam beberapa minggu ke depan," pungkasnya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey