RADARPAPUA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjadi pusat perhatian masyarakat setelah Kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinasnya pada Kamis hingga Jumat (29/9) kemarin. Hal yang menarik adalah saat penggeledahan berlangsung, Mentan RI tersebut sedang berada di luar negeri, di Roma, Italia, untuk sebuah perjalanan dinas terkait konferensi pangan.
Pasca insiden penggeledahan ini, KPK tidak hanya menetapkan Syahrul Yasin Limpo sebagai terduga korupsi. Menteri kelahiran tahun 1955 itu juga akan dianalisis bersama dengan 49 pejabat Kementerian lainnya.
Namun, ketika berbicara tentang karier, Syahrul Yasin Limpo bukanlah seseorang yang mendapatkan kedudukannya dengan instan. Menurut laporan dari Fajar.co.id, ia menapaki jejak kariernya melalui berbagai posisi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Syahrul Yasin Limpo memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 1980. Ia menjalani perjalanan kariernya dengan berbagai posisi, termasuk sebagai lurah, camat, kepala seksi, kepala bagian, Sekretariat daerah (Sekda), hingga Bupati Gowa dalam dua periode yang berbeda.
Pada tahun 1984, Syahrul diangkat sebagai Camat di Bontonompo, Kabupaten Gowa, dan menjabat dalam posisi ini dari tahun 1984 hingga 1987. Setelah itu, ia menduduki sejumlah jabatan struktural di Kabupaten Gowa sebelum akhirnya ditarik kembali ke Sekwilda Provinsi Sulsel.
Di perjalanan kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Wilayah Daerah Kabupaten Gowa pada tahun 1991 dan Kepala Biro Humas Setwilda Provinsi Sulsel pada tahun 1993. Pasca menjadi sekda, Syahrul kembali naik pangkat menjadi Bupati Gowa dalam dua periode, yakni dari tahun 1994 hingga 2002.
Pada jalur politiknya, Syahrul Yasin Limpo memulai karier politiknya ketika menjadi kader Partai Golkar dan terpilih sebagai Bupati Kabupaten Gowa selama dua periode, yaitu dari tahun 1994 hingga 2002.
Namun, kiprah politiknya tidak berjalan mulus, dan jejak politik Syahrul Yasin Limpo ditandai dengan berbagai dinamika partai. Awalnya, ia adalah kader Partai Golkar dari tahun 1994 hingga 2007. Kemudian, ia bergabung dengan PDI Perjuangan (PDI-P) untuk berpartisipasi dalam pilkada langsung Sulsel pada tahun 2007.
Keanggotaannya di PDI-P hanya berlangsung selama dua tahun, dan ia kembali ke Partai Golkar, di mana ia menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan pada tahun 2009. Setelah sembilan tahun sebagai kader Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo bergabung dengan Partai Nasdem yang dipimpin oleh Surya Paloh pada tahun 2018 dan menjabat sebagai Ketua DPP hingga saat ini. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey