RADARPAPUA - Partai Golkar telah mengambil langkah penting dalam dunia politik nasional dengan mengumumkan dukungannya untuk Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Keputusan bersejarah ini diumumkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dalam Rapimnas partai yang digelar di DPP Partai Golkar, Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Sabtu (21/10).
Dalam pengumuman ini, Airlangga menjelaskan alasan di balik dukungan tersebut. "Setelah mencermati dengan seksama, dan mengedepankan kepentingan lebih besar, berdasarkan hasil pertemuan dengan para Ketua DPD tadi malam, kami rapat cukup lama, hangat, tapi semuanya konsensus, mengusulkan dan mendukung mas Gibran Rakabuming Raka untuk dipasangkan dengan Pak Prabowo sebagai bakal calon wakil presiden RI," kata Airlangga.
Keputusan ini diserahkan kepada para kader yang hadir di Rapimnas, dan seluruhnya menyatakan setuju dengan penuh semangat.
Kendati begitu, keputusan ini memicu perbincangan di berbagai platform media sosial. Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang dikabarkan bergabung dengan Partai Golkar, menjadi trending topik di media sosial, khususnya Twitter. Gibran, dalam beberapa waktu terakhir, telah menjadi pusat perhatian terkait isu pencalonannya sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.
Tagar #GibranMasukGolkar menjadi sorotan, dan nama Airlangga juga muncul sebagai trending topik. Keikutsertaan Gibran dalam Partai Golkar telah mengundang perbincangan luas, terutama karena ia dikaitkan dengan kemungkinan pencalonan sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto, yang didukung oleh Partai Golkar.
Isu ini telah menjadi isu nasional dan disorot sebagai contoh politik dinasti, yang dilihat sebagai bagian dari strategi Presiden Jokowi. Bahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) diklaim memainkan peran dalam mendukung Gibran dengan keputusan kontroversial yang memungkinkan capres berusia di bawah 40 tahun.
Reaksi dari netizen bervariasi. Ada yang menyebut langkah Gibran sebagai ambisius, sementara yang lain menyatakan dukungan dan keyakinan dalam perjalanan politiknya. Terdapat juga komentar yang mengapresiasi sosok Gibran dan menyebutnya cocok untuk berada di Partai Golkar.
Selain Gibran, unggahan tentang Airlangga biasanya membahas peran Airlangga dalam Partai Golkar, menyoroti perjalanan politiknya. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey