Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ekidna, Mamalia Langka yang Dinyatakan Punah, Kembali Terlihat di Pegunungan Cyclops Papua

Tina Mamangkey • Senin, 13 November 2023 | 14:50 WIB
Seekor Ekidna yang telah lama dinyatakan punah berhasil terekam kamera peneliti di pegunungan Cyclops, Papua. Foto: Handou via Reuters
Seekor Ekidna yang telah lama dinyatakan punah berhasil terekam kamera peneliti di pegunungan Cyclops, Papua. Foto: Handou via Reuters

RADARPAPUA - Sebuah kejutan luar biasa terjadi di hutan pegunungan Cyclops, Papua, Indonesia, ketika kamera peneliti dari Universitas Oxford merekam momen langka kemunculan Ekidna, mamalia yang sebelumnya dianggap punah.

Meskipun terakhir terlihat 60 tahun lalu, rekaman ini menjadi bukti signifikan akan keberadaan hewan yang disebut David Attenborough ini.

Dalam ekspedisi Cyclops yang melibatkan peneliti dari Universitas Oxford, ilmuwan Inggris, dan kerjasama dengan kelompok konservasi YAPPENDA di wilayah tersebut.

Dilansir dari Reuters pada Jumat (10/11), James Kempton, salah satu peneliti, berhasil merekam gambar mamalia kecil ini sedang berjalan melintasi semak-semak hutan.

James Kempton menyampaikan kegembiraannya, "Ada rasa euforia yang luar biasa, dan juga rasa lega setelah sekian lama berada di lapangan tanpa imbalan apa pun hingga hari terakhir."

Mamalia ini memiliki kemiripan dengan landak dan trenggiling, dengan moncong yang khas.

Diberi nama David Attenborough, Ekidna, yang biasanya pemalu dan aktif di malam hari, sulit ditemui.

Ekidna di Pegunungan Cyclops merupakan spesies berbeda dari yang ditemukan di Australia dan dataran rendah Papua Nugini.

Meskipun dicatat oleh ahli botani Belanda pada tahun 1961, spesies ini hanya ditemukan sekali.

Para peneliti bekerja sama dengan warga desa Yongsu Sapari untuk menjelajah hutan terpencil di Papua, di mana Ekidna juga menjadi salah satu syarat penyelesaian konflik secara adat oleh masyarakat di desa tersebut.

Munculnya Ekidna memberikan harapan baru bagi konservasi dan penelitian alam di kawasan yang sulit dijangkau ini. (js)

Editor : Tina Mamangkey
#ekidna #hewan langkah #Papua #punah