RADARPAPUA - Calon presiden Ganjar Pranowo menunjukkan tanda penghormatan yang mendalam dengan melakukan ziarah ke makam Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, yang dikenal sebagai Guru Tua, di komplek Masjid Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Senin (4/12) malam.
Guru Tua, yang lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman pada 15 Maret 1892, dan meninggal di Palu, Sulawesi Tengah pada 22 Desember 1969, telah dianggap sebagai pahlawan di bidang pendidikan Agama Islam di Provinsi Sulteng.
Namanya juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2014.
Ganjar Pranowo menjelaskan rasa senangnya dapat berziarah kepada tokoh-tokoh muslim yang telah berjasa dalam pengabdian kepada umat dan negara, baik melalui jalur agama maupun pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
"Saya kira kalau dimulai dari dunia pendidikan, insyaallah akan baik. SDM-nya unggul, memandirikan mereka, dan itu bagian dari syiar-syiar yang pasti masyarakat akan merasa mendapatkan keuntungan yang bagus.
Kita mesti belajar dengan tuan kita ini," ucap Ganjar Pranowo.
Ziarah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh muslim yang berjasa bagi agama dan negara Indonesia oleh Keturunan Guru Tua, Habib Hasan bin Idrus Al Habsyi.
Habib Hasan menuturkan bahwa kunjungan dari tokoh seperti Ganjar Pranowo mencerminkan penghargaan terhadap mereka yang telah diakui oleh negara.
Menanggapi ziarah tersebut, Habib Hasan mengatakan, "Setiap kepala negara atau calon apa saja, masing-masing mau cari keberkahan ketika datang ke mari. Mudah-mudahan mereka mendapatkan keberkahan."
Habis Hasan juga berbagi sejarah dan peran Guru Tua, Habib Idrus, yang merupakan tokoh kunci dalam pendirian Ponpes dan lembaga pendidikan Alkhairaat.
"Tentang peletakan batu pertama al khairat ini dibangun dan apa alkhairat itu bergerak dibidang apa, jadi ada tiga visi, ada pendidikan, dakwah, dan sosial," ungkapnya.
Ganjar Pranowo menegaskan bahwa fondasi pendidikan sebagai penopang peningkatan SDM sudah dilakukan sejak zaman dahulu.
Dia berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan SDM di seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
"Ternyata banyak orang-orang atau para ulama-ulama, tokoh-tokoh saat itu sudah memikirkan ini.
Sehingga akses yang lebih banyak bisa diberikan kepada warga untuk bisa mendapatkan pendidikan yang baik.
Salah satunya di sini. Cukup lengkap, bahkan sampai ke perguruan tinggi," tambah Ganjar Pranowo. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey