Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tugu Abel, Monumen di Puncak Gunung Marapi yang Mengabadikan Sebuah Tragedi

Tina Mamangkey • Kamis, 7 Desember 2023 | 13:35 WIB
Tugu Abel di puncak Merpati, Gunung Mapari, Sumbar. Tugu ini untuk mengenang kematian seorang pendaki bernama Abel Tasman. (Facebook)
Tugu Abel di puncak Merpati, Gunung Mapari, Sumbar. Tugu ini untuk mengenang kematian seorang pendaki bernama Abel Tasman. (Facebook)

RADARPAPUA - Di puncak Gunung Marapi, berdiri sebuah monumen yang dikenal sebagai Tugu Abel. Monumen ini menjadi saksi bisu dari peristiwa tragis yang menimpa seorang pendaki Gunung Marapi pada tahun 1992.

Sesuai dengan namanya, tugu ini diabadikan untuk menghormati Abel Tasman, seorang pendaki yang menjadi korban dari "keajaiban magis" Gunung Marapi.

Sejak dekade 1990-an, Tugu Abel telah menjadi simbol pencapaian bagi para pendaki yang berhasil mencapai puncak gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar ini.

Mengutip informasi dari akun media sosial (medsos) X atau Twitter @mindaart, Tugu Abel didedikasikan untuk mengenang Abel Tasman, seorang pendaki yang meninggal dunia di puncak Merpati, dekat kawah Gunung Marapi, pada 5 Juli 1992, pukul 09.15 WIB.

Pada hari itu, suasana cerah dan hangat mendukung niat baik para pendaki yang ingin mencapai puncak Merpati, target pendakian mereka.

Bersama dengan sahabat Abel, yaitu Rum, Pak Us, dan Erry Incek, para pendaki termasuk Abel tengah mengabadikan momen langka di puncak gunung dengan berfoto bersama.

Awalnya, situasi aman, namun tiba-tiba berubah menjadi mencekam.

Suara dentuman dari arah kawah Gunung Marapi mengguncang pendaki, menyadarkan mereka bahwa gunung Marapi sedang meletus. Dalam kepanikan, para pendaki berusaha menyelamatkan diri dan menuruni puncak Merpati.

Erri Incek, sahabat Abel, menyaksikan sebuah batu seukuran bola kaki menerpa samping kepala Abel, membuatnya langsung tumbang.

Sementara para pendaki lainnya masih fokus menyelamatkan diri, kondisi Abel tidak dapat dipastikan karena situasinya yang sangat kacau. Abel tidak dapat dievakuasi pada saat itu karena kondisi yang sangat sulit.

Setelah itu, keadaan benar-benar kacau. Hujan abu belerang menyelimuti para pendaki, dan situasinya semakin rumit karena jumlah mereka cukup banyak, seiring dengan libur sekolah pada waktu itu.

Suara letusan hebat Gunung Marapi terdengar hingga ke bawah dan ke Gunung Singgalang. Para pendaki di Gunung Singgalang juga turun untuk menyelamatkan diri.

Baca Juga: Buka UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2023, Presiden Joko Widodo Apresiasi Keberpihakan BRI Majukan UMKM

Beberapa pendaki Gunung Singgalang, terutama anggota Sekber di Sumbar, berubah haluan dan langsung menuju Marapi untuk membantu evakuasi korban.

Para pendaki Marapi kemudian dikumpulkan di Polsek Kotobaru setelah berhasil turun dan dievakuasi. Mereka mendapatkan pertolongan medis, dan setelah semua pendaki terkumpul, baru disadari bahwa satu korban tertinggal, yaitu Abel.

Pada hari kedua setelah letusan Gunung Marapi, kondisi mulai membaik. Tim SAR dan relawan melanjutkan pencarian Abel, dan akhirnya berhasil menemukan serta mengevakuasi korban.

Saat ditemukan, Abel sudah tidak bernyawa. Visum dokter menyatakan bahwa Abel meninggal di tempat akibat hantaman benda keras, yaitu batu, pada hari kejadian.

Tugu Abel kini menjadi tempat peringatan, mengenang tempat terakhir Abel berada sebelum Gunung Marapi meletus, dan sebagai simbol keberanian para pendaki yang terus menghadapi tantangan alam.(jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#Abel Tasman #gunung marapi #pendaki gunung marapi #gunung marapi meletus