RADARPAPUA - Di tengah suasana duka atas meninggalnya eks Gubernur Papua, Lukas Enembe, kekacauan terjadi di wilayah Papua ketika massa pengantar jenazah melakukan aksi anarkis dengan melempar batu.
Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun menjadi korban dalam insiden tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat Pj Gubernur Papua Ridwan Rumasukun mengalami pendarahan di bagian kepala akibat terkena lemparan batu.
Peristiwa ini terjadi ketika jenazah Lukas Enembe tiba di Bandara Sentani dan hendak dibawa ke STAKIN GIDI.
Ridwan, yang tengah mengawal kedatangan jenazah, tiba-tiba menjadi sasaran lemparan batu yang mengenai kepalanya, menyebabkan luka dan pendarahan.
Video tersebut juga memperlihatkan upaya Ridwan untuk menyelamatkan diri dengan berjalan di jalan raya, dibantu oleh beberapa warga untuk menjauh dari kerumunan.
Dalam foto-foto lain yang beredar, terlihat bahwa Ridwan mengalami luka cukup parah di bagian wajah, di mana hampir seluruh mukanya terlumuri oleh darah, termasuk pakaian putihnya.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, membenarkan peristiwa anarkis ini.
"Iya benar ada yang memprovokasi, sehingga anarkis," ujarnya ketika dikonfirmasi pada Kamis (28/12).
Meskipun demikian, belum ada informasi rinci mengenai kondisi terkini Ridwan setelah kejadian tersebut.
Sebelumnya, Lukas Enembe dilaporkan meninggal dunia, dan informasi duka cita ini dikonfirmasi oleh tim penasihat hukum Lukas, Petrus Bala Pattyona.
"Betul, sekarang saya di kamar beliau meninggal ya," kata Petrus pada Selasa (26/12).
Pengacara Lukas Enembe lainnya, Antonius Eko Nugroho, juga menyatakan bahwa Lukas meninggal dunia sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, dalam perawatan terkait kasus dugaan korupsi di Papua. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey