Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Atasi Harga Beras Melonjak, Pemerintah Terjunkan 3 Kebijakan!

Tina Mamangkey • Senin, 26 Februari 2024 | 11:56 WIB
Presiden Jokowi Luncurkan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan Tahun 2023 (10/4/2023)./Dok Sekertariat Negara
Presiden Jokowi Luncurkan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk Bantuan Pangan Tahun 2023 (10/4/2023)./Dok Sekertariat Negara

RADARPAPUA - Kenaikan harga beras di pasar terus menjadi perhatian utama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Dilansir dari ANTARA pada Senin (26/2), pemerintah menegaskan ketersediaan pasokan beras di pasar. "Pemerintah akan menyeimbangkan antara harga di hulu dengan harga di hilir.

Jadi sebenarnya beras itu ada dan kami jamin (stoknya) cukup, masyarakat tidak perlu panic buying," ungkap Arief Prasetyo Adi, Kepala Badan Pangan Nasional.

Data dari Badan Pangan Nasional menunjukkan fluktuasi harga beras dalam beberapa hari terakhir.

Pada tanggal 21 Februari 2024, harga beras premium mencapai Rp 16.210 per kilogram, sementara beras medium dijual dengan harga Rp 14.140 per kilogram.

Harga tersebut kemudian mengalami peningkatan pada tanggal 22 Februari 2024, di mana harga beras premium naik menjadi Rp 16.270 per kilogram, dan beras medium menjadi Rp 14.230 per kilogram.

Pada tanggal 23 Februari 2024, harga beras premium dan beras medium tetap stabil di Rp 16.270 dan Rp 14.210 per kilogram, berturut-turut.

Namun, pada tanggal 24 Februari 2024, terjadi sedikit penurunan harga untuk beras premium menjadi Rp 16.260 per kilogram, sementara beras medium mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp 14.220 per kilogram.

Selain itu, pada tanggal 25 Februari 2024, harga beras premium kembali naik menjadi Rp 16.300 per kilogram, dan beras medium mencapai Rp 14.270 per kilogram.

Faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan harga beras telah dianalisis, termasuk penurunan produksi beras yang menyebabkan defisit konsumsi selama 8 bulan terakhir, serta kenaikan harga gabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Perubahan iklim global juga berkontribusi pada gagal panen padi.

Dalam mengatasi lonjakan harga beras, pemerintah akan menerapkan langkah-langkah strategis.

Baca Juga: Liverpool Raja Baru Carabao Cup! Taklukkan Chelsea di Final

Pertama, mengalokasikan bantuan pangan beras kepada keluarga kurang mampu.

Kedua, menggelar 'Gerakan Pangan Murah' untuk mempercepat penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ke berbagai jenis pasar.

Ketiga, melakukan impor beras untuk memperkuat cadangan dan menjaga stabilitas harga.

Selanjutnya, melakukan inspeksi dan operasi pasar secara berkala untuk menghindari penimbunan beras.

Terakhir, menerapkan sistem peringatan dini untuk memprediksi dan memantau stok beras secara akurat guna mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan.

Langkah-langkah ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras sebagai bahan makanan pokok bagi masyarakat. (jpg)

Editor : Tina Mamangkey
#strategi #melonjak #harga beras #Pasar #pemerintah