Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Papua Siap Jadi Lumbung Pangan Baru, Pemprov dan Kementan Sepakati Pengembangan Sawah

Tina Mamangkey • Selasa, 28 April 2026 | 06:29 WIB
Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menandatangani kerja sama dengan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, di Gedung Negara, Kota Jayapura, pada Minggu (27/4). (Antara/HO- Pemprov Papua)
Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menandatangani kerja sama dengan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, di Gedung Negara, Kota Jayapura, pada Minggu (27/4). (Antara/HO- Pemprov Papua)

 

RADARPAPUA - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus digencarkan, salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian di wilayah timur Indonesia. 

Pemerintah Provinsi Papua bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi menjalin kerja sama strategis untuk membuka dan mengembangkan lahan sawah baru di Papua.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian.

Langkah tersebut menjadi titik awal dalam merealisasikan program cetak sawah yang diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan, khususnya beras.

Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh program tersebut, mulai dari penyediaan lahan hingga kebijakan pendukung di tingkat lokal.

"Pengembangan lahan sawah baru tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pertanian," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar program ini berjalan optimal, termasuk dalam pembangunan infrastruktur pertanian serta pemberdayaan masyarakat setempat.

"Melalui kesepakatan ini kami berharap Papua menjadi salah satu pusat produksi pangan baru di Indonesia timur sekaligus memperkuat kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan," ujarnya.

Program ini difokuskan pada pembukaan lahan sawah baru yang dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Papua disebut memiliki ketersediaan lahan yang luas, namun belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga menjadi prioritas dalam pengembangan sektor pertanian.

"Papua dinilai memiliki ketersediaan lahan luas yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menjadi prioritas dalam agenda penguatan sektor pertanian," katanya lagi.

Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan terhadap pembangunan sektor pertanian di Papua.

Diharapkan, program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyebut kerja sama ini sebagai langkah awal dalam merealisasikan program prioritas nasional di bidang pertanian.

“Pengembangan lahan sawah baru ini merupakan strategi untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Papua memiliki potensi besar yang harus dikelola secara terencana dan berkelanjutan,” katanya.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Gedung Negara Papua, Kota Jayapura, pada Minggu (26/4).

Dengan adanya kolaborasi ini, Papua diharapkan mampu bertransformasi menjadi salah satu pusat produksi pangan baru di kawasan timur Indonesia. (an)

Editor : Tina Mamangkey
#Mathius D Fakhiri #Gubernur Papua #Kementan #lumbung pangan #Papua