Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tragis! Nenek 76 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sumur 25 Meter, Evakuasi Terkendala Gas Beracun

Tina Mamangkey • Selasa, 28 April 2026 | 06:58 WIB
Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi jenazah seorang nenek berusia 76 tahun Senin (27/4).
Tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi jenazah seorang nenek berusia 76 tahun Senin (27/4).

 

RADARPAPUA - Peristiwa memilukan terjadi di Kabupaten Sumenep, ketika seorang nenek berusia 76 tahun ditemukan meninggal dunia di dalam sumur dengan kedalaman sekitar 25 meter pada Senin (27/4).

Korban yang diketahui berinisial J merupakan warga Dusun Libilyan, Desa Aengdake, Kecamatan Bluto.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Minggu (26/4). Pencarian berakhir setelah seorang warga bernama R (44) yang hendak memperbaiki pompa air menemukan kondisi mencurigakan di lokasi sumur.

Penutup sumur yang biasanya tertutup rapat terlihat sedikit terbuka, sehingga memunculkan kecurigaan.

Setelah memastikan kondisi di dalam sumur, R segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi. Jenazah korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan sekitar pukul 14.15 WIB.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan teknik khusus mengingat kedalaman sumur yang cukup ekstrem.

“Satu orang rescuer Pos SAR Sumenep diturunkan dengan teknik lowering untuk menjangkau korban secara langsung (di dasar sumur sedalam kurang lebih 25 meter),” tutur Nanang di Sumenep, Senin (27/4).

Setelah mencapai posisi korban, tim penyelamat kemudian mengangkat jenazah secara perlahan menggunakan teknik lifting dengan sistem pengamanan tali dan anchor guna memastikan keselamatan seluruh personel.

Namun, proses evakuasi tidak berjalan mudah. Komandan tim rescue Pos SAR Sumenep, Nurul Imam, mengungkapkan adanya berbagai kendala teknis yang dihadapi di lapangan.

“Potensi gas beracun di dalam sumur juga menjadi kendala. Oleh karena itu, rescuer yang turun ke dalam sumur dilengkapi peralatan SCBA sebagai langkah antisipasi risiko,” terang Imam.

Selain itu, ukuran diameter sumur yang sempit membuat ruang gerak petugas sangat terbatas. Situasi semakin menantang karena banyak warga yang memadati lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi, sehingga menghambat mobilitas tim di lapangan.

Setelah melalui upaya yang cukup panjang, jenazah korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari dalam sumur dan dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga kemudian menerima jenazah untuk proses pemakaman. (jp)

Editor : Tina Mamangkey
#Ditemukan Tak Bernyawa #nenek jatuh ke sumur #Gas Beracun