RADARPAPUA - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat langkah dalam memberantas penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC), yang masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah, termasuk Papua.
Upaya ini dilakukan sejalan dengan arahan Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih berada di posisi kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak. Kondisi tersebut juga tercermin di Papua, yang mencatat angka kasus cukup tinggi.
"Sementara kasus TBC di Papua sangat tinggi di mana untuk Kabupaten Jayapura ditemukan sebanyak 1.400 kasus TBC pada akhir 2025 dan hingga April 2026 ditemukan 400 kasus baru sehingga sudah mencapai 1.800 kasus," katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah cepat dalam pencegahan dan pengobatan sangat penting dilakukan. Pasalnya, TBC merupakan penyakit menular yang dapat dengan mudah menyebar, terutama kepada anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien.
Selain fokus pada TBC, kunjungan kerja Kemenkes ke Papua juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi bersama pemerintah daerah untuk mencapai target eliminasi penyakit menular seperti TBC dan malaria pada tahun 2030.
"Papua sendiri masih menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar kasus malaria di Indonesia dengan lebih dari 90 persen dari total kasus secara nasional," ujarnya.
Dalam mendukung penanganan tersebut, pemerintah juga menjalankan program lintas kementerian berupa pembangunan rumah layak huni bagi pasien TBC dan keluarga kurang mampu.
Program ini diharapkan dapat membantu proses penyembuhan dengan menyediakan lingkungan tinggal yang lebih sehat.
"Kemenkes mendapatkan bantuan pembangunan rumah 8.000 unit dan untuk Papua ditargetkan sebanyak 500 unit rumah layak huni," katanya lagi.
Untuk wilayah Kabupaten Jayapura sendiri, dialokasikan 100 unit rumah layak huni sebagai bagian dari program tersebut. Diharapkan, fasilitas ini dapat mendukung pemulihan pasien serta menekan penyebaran penyakit di lingkungan keluarga.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, menegaskan bahwa kunjungan bersama ini juga bertujuan memperkuat komitmen seluruh pihak dalam percepatan penanganan penyakit menular.
"Kami akan terus mengawasi perkembangan program ini supaya upaya untuk eliminasi penyakit menular bisa berjalan maksimal," katanya.
Dengan berbagai langkah strategis yang dijalankan, pemerintah berharap penanganan TBC, malaria, HIV, dan kusta di Papua dapat semakin efektif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Tina Mamangkey