RADARPAPUA - Upaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan. Salah satunya melalui pembangunan Lapangan Terbang (Lapter) Wari yang berada di Distrik Wari, Kabupaten Tolikara.
Proyek ini diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Dinas Perhubungan Papua Pegunungan mengambil langkah strategis dengan memulai pembangunan Lapter Wari sejak tahun 2025. Infrastruktur ini dinilai penting untuk menghubungkan wilayah yang selama ini sulit dijangkau, sehingga mobilitas orang dan barang dapat berjalan lebih lancar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Pegunungan, Jimmy Yoku, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Pembangunan Lapter Wari dengan anggaran kurang lebih Rp10 miliar, meski di tengah keterbatasan anggaran atau efisiensi. Kami berharap lapter lainnya akan dikerjakan secara bertahap, karena pihaknya fokus menyelesaikan satu lapter sebelum mengerjakan yang lain,” katanya.
Tidak berhenti pada pembangunan awal, proyek ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan fasilitas pendukung berupa kantor operasional.
“Tahun lalu kami memprogramkan pengerasan lapter Wari dan tahun ini dilanjutkan dengan membuat kantor. Anggaran pembangunan kantor telah diajukan tahun ini sebesar Rp1 miliar,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Lapter Wari dirancang dengan panjang landasan sekitar 800 meter dan lebar 18 meter. Kondisi tanah yang labil di lokasi menjadi tantangan tersendiri, sehingga diperlukan pengerasan khusus agar pesawat berbadan kecil dapat mendarat dengan aman.
“Panjang dari Lapter Wari kurang lebih 800 meter dan lebar 18 meter. Kami melakukan pengerasan di landasan karena tanahnya labil sehingga perlu penguatan supaya pesawat berbadan kecil yang mendarat dalam kondisi baik,” katanya.
Distrik Wari sendiri memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua. Kehadiran lapter ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan lapter Wari merupakan terobosan dari bapak Gubernur Papua Pegunungan John Tabo untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi di pedalaman Papua Pegunungan sehingga masyarakat dapat dimudahkan dari dan ke Wari,” ujarnya.
Selain pembangunan Lapter Wari, pemerintah daerah juga tetap memprioritaskan pengembangan infrastruktur transportasi lainnya di delapan kabupaten di Papua Pegunungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan.
Dengan hadirnya Lapter Wari, harapan besar muncul bagi masyarakat di wilayah pedalaman agar tidak lagi terisolasi. Akses yang semakin terbuka diyakini akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (an)
Editor : Tina Mamangkey