RADARPAPUA - Persoalan pendidikan di Papua Selatan kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ribuan anak di empat kabupaten dilaporkan masih belum mengakses pendidikan, kondisi yang dinilai dapat berdampak besar terhadap masa depan generasi muda dan pembangunan daerah.
Gubernur Apolo Safanpo mengungkapkan jumlah anak yang tidak bersekolah di Papua Selatan mencapai 38.732 orang. Data tersebut berasal dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
"Berdasarkan data dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) jumlah anak tidak sekolah di Papua Selatan sebanyak 38.732 orang," katanya dalam keterangan di Jayapura, Rabu.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut tersebar di empat kabupaten yang ada di Papua Selatan. Kabupaten Asmat menjadi wilayah dengan angka anak tidak sekolah tertinggi, yakni mencapai 14.623 orang. Sementara di Mappi tercatat sebanyak 12.445 anak belum bersekolah.
Kemudian di Merauke terdapat 7.511 anak yang tidak sekolah, sedangkan di Boven Digoel jumlahnya mencapai 4.153 orang.
Menurut Safanpo, data awal tersebut masih perlu diverifikasi kembali agar pemerintah memperoleh angka yang benar-benar akurat sebelum mengambil langkah penanganan lebih lanjut.
"Jadi data awal sudah ada, sekarang tinggal bagaimana kita melakukan validasi atau melakukan pemeriksaan ulang guna mengetahui pasti jumlah anak di Papua Selatan yang tidak sekolah," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses validasi sangat penting untuk memastikan ketepatan data sehingga program penanganan yang nantinya dijalankan bisa lebih tepat sasaran. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat segera memetakan persoalan utama yang menyebabkan banyak anak belum mengakses pendidikan.
Apolo Safanpo menilai persoalan pendidikan tidak bisa dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan masa depan pembangunan daerah dan kualitas sumber daya manusia di Papua Selatan.
"Pendidikan sangat penting bagi kemajuan bangsa, sehingga angka anak tidak sekolah yang hampir mencapai 40 ribu ini harus segera diatasi," ucap Gubernur Apolo Safanpo.
Selain itu, ia berharap kegiatan lokakarya pendataan dan pemetaan pendidikan yang sedang berlangsung dapat membantu para pelaku pendidikan dalam mengidentifikasi berbagai persoalan, baik pada pendidikan formal maupun nonformal di Papua Selatan.
Melalui pemetaan tersebut, pemerintah diharapkan dapat mengetahui hambatan utama yang membuat ribuan anak belum bersekolah, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, kondisi geografis, hingga faktor sosial dan ekonomi masyarakat.
"Karena jika lebih banyak anak-anak yang tidak sekolah, maka ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi Papua Selatan," ujar Gubenur Apolo Safanpo. (an)
Editor : Tina Mamangkey