RADARPAPUA - Peristiwa kebakaran hebat yang melanda kawasan Koperasi Zipur Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, masih menyisakan tanda tanya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan 11 rumah toko (ruko) pada Sabtu (9/5) petang.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.45 WIT dan menyebabkan kepanikan warga di sekitar lokasi karena api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lainnya.
Kapolresta Polresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian belum dapat memastikan sumber utama penyebab kebakaran.
"Belum dapat dipastikan penyebab kebakaran yang terjadi. Penyelidikan masih dilakukan termasuk meminta keterangan dari para saksi," katanya di Jayapura, Sabtu.
Berdasarkan laporan sementara yang diterima polisi, api diduga pertama kali muncul dari ruko nomor 5 milik Samsul Aim. Seorang saksi disebut melihat kepulan asap keluar dari bagian plafon bangunan sebelum api membesar.
Dalam waktu singkat, kobaran api langsung menyebar ke bangunan lain di kawasan pertokoan tersebut.
Warga bersama anggota piket Den Zipur 10/KYD sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu bantuan datang.
Situasi di lokasi sempat menegangkan karena api terus membesar dan mengancam bangunan lain di sekitar area kebakaran.
Sekitar pukul 16.35 WIT, kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) milik Polresta Jayapura Kota dan Polda Papua tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman api.
Selain fokus memadamkan kobaran api, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Personel Piket Fungsi Polresta Jayapura Kota yang dipimpin Pamapta II Ipda Febri Tamimi diterjunkan untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta memastikan warga berada pada jarak aman dari titik kebakaran.
Proses pemadaman kemudian mendapat tambahan bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura serta AWC Brimob Polda Papua. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.28 WIT.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian akibat kebakaran diperkirakan cukup besar karena sebanyak 11 ruko hangus terbakar.
Namun hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan terkait jumlah kerugian yang dialami para pemilik ruko.
"Belum dipastikan berapa besar kerugian akibat kebakaran, kata Iptu Andry Rihulay. (an)
Editor : Tina Mamangkey