Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pascakerusuhan 8 Mei 2026, Pemprov Papua Tutup Sementara Stadion Lukas Enembe

Tina Mamangkey • Rabu, 13 Mei 2026 | 06:37 WIB
Bangkai kendaraan setelah terbakar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2026). Polda Papua masih menyelidiki penyebab kericuhan yang mengakibatkan puluhan kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas rusak usai laga antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati/bar)
Bangkai kendaraan setelah terbakar di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (9/5/2026). Polda Papua masih menyelidiki penyebab kericuhan yang mengakibatkan puluhan kendaraan terbakar dan sejumlah fasilitas rusak usai laga antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati/bar)

 

RADARPAPUA - Pemerintah Provinsi Papua memutuskan menutup sementara Stadion Lukas Enembe setelah terjadinya kerusuhan seusai pertandingan Championship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada Jumat (8/5).

Penutupan sementara stadion tersebut dilakukan untuk mendukung proses perbaikan berbagai fasilitas yang mengalami kerusakan akibat aksi ricuh setelah pertandingan berlangsung.

Gubernur Papua Matius D Fakhiri mengatakan langkah tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga dan memulihkan fasilitas stadion yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

"Langkah tersebut diambil guna mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut," kata Matius D Fakhiri di Jayapura, Selasa.

Menurut Matius, Stadion Lukas Enembe bukan sekadar tempat pertandingan sepak bola, tetapi juga simbol kebangkitan olahraga di Tanah Papua, khususnya bagi Persipura Jayapura yang menjadi kebanggaan masyarakat.

"Stadion ini adalah kebanggaan semua. Ini menjadi roh kebangkitan olahraga di Papua, khususnya Persipura," ujar dia.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat Papua, terutama para suporter Persipura, agar tetap menjaga sikap dan sportivitas dalam mendukung tim kesayangan mereka di setiap pertandingan.

Matius menegaskan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan hal biasa dalam dunia olahraga dan harus diterima secara dewasa.

"Kemenangan maupun kekalahan merupakan bagian dari dinamika olahraga yang harus disikapi secara dewasa. Menang atau kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Masyarakat Papua yang mencintai Persipura harus menjadi penonton yang baik,” tutur dia.

Selain melakukan penutupan sementara stadion, Pemerintah Provinsi Papua juga berencana melakukan evaluasi bersama manajemen Persipura guna memperkuat koordinasi pengamanan dan tata kelola pertandingan ke depan.

Langkah tersebut dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pertandingan mendatang.

"Kami akan terus membangun kolaborasi antara pemerintah dan manajemen Persipura agar hal seperti kemarin tidak terjadi lagi," ujar dia.

Matius juga memastikan pemerintah daerah akan bertanggung jawab terhadap proses perbaikan seluruh fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut.

"Kami turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di Stadion Lukas Enembe," kata dia. (an)

Editor : Tina Mamangkey
#tutup sementara #Gubernur Papua Matius D Fakhiri #Stadion Lukas Enembe #pemprov papua