RADARPAPUA - Pemerintah Provinsi Papua kembali membuka peluang kerja bagi masyarakat melalui kegiatan Bursa Kerja Papua 2026 yang digelar di Jayapura.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 lowongan pekerjaan disediakan bagi para pencari kerja dengan melibatkan 25 perusahaan dari berbagai sektor.
Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan sekaligus menekan angka pengangguran di Papua.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Papua, Yohanes Walilo, mengatakan kegiatan Bursa Kerja Papua rutin dilaksanakan setiap tahun karena dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Kegiatan setiap tahun dilakukan karena telah memberikan dampak dan kini antusiasme pencari kerja terlihat tinggi sejak pembukaan kegiatan berlangsung," katanya di Jayapura, Selasa.
Menurut Yohanes, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan lapangan pekerjaan di Papua masih sangat besar, terutama bagi generasi muda yang sedang mencari kesempatan kerja.
Ia berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan peluang yang tersedia, baik di sektor swasta, BUMN, maupun BUMD.
"Peluang kerja di sektor swasta, BUMN, maupun BUMD, perlu dimanfaatkan maksimal karena formasi PPPK di lingkungan Pemprov Papua masih belum dibuka akibat jumlah ASN yang dinilai melebihi kebutuhan," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Papua berharap Bursa Kerja Papua 2026 mampu menjadi solusi untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.
Selain membuka akses kerja baru, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran yang masih menjadi tantangan di Papua.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik Papua, Emi Puspitarini, memaparkan kondisi ketenagakerjaan di Papua berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026.
Menurut data tersebut, jumlah angkatan kerja di Papua tercatat sebanyak 485.430 orang atau mengalami penurunan sekitar 25 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada Februari 2025.
"Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tercatat sebesar 65,70 persen, turun 4,68 persen poin dibanding tahun sebelumnya," kata Emi Puspitarini.
Ia menjelaskan jumlah penduduk yang bekerja pada Februari 2026 mencapai 451.360 orang atau turun sekitar 23.760 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi bidang usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja di Papua.
"Lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, dengan proporsi sebesar 31,28 persen atau sebanyak 141.170 orang," ujarnya.
Di sisi lain, BPS Papua juga mencatat adanya peningkatan jumlah pekerja formal di Papua. Tercatat sebanyak 196,70 ribu orang bekerja di sektor formal atau sekitar 43,58 persen dari total pekerja.
"Selain itu, tingkat setengah pengangguran tercatat sebesar 9,37 persen atau turun 1,21 persen poin, sedangkan tingkat pekerja paruh waktu sebesar 23,93 persen atau turun 1,65 persen poin dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Melalui Bursa Kerja Papua 2026, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat Papua memperoleh kesempatan kerja yang layak dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka di tengah tantangan kondisi ketenagakerjaan saat ini. (an)
Editor : Tina Mamangkey