RADARPAPUA - Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyerahkan ratusan alat operasional kepada jajaran kepolisian saat memimpin Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Staf Logistik (Slog) Polri pada Selasa (12/5).
Sejumlah perlengkapan tersebut disiapkan untuk mendukung tugas personel di berbagai daerah, termasuk wilayah konflik seperti Papua.
Penyerahan alat operasional itu dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya perlengkapan yang memadai bagi anggota kepolisian, terutama mereka yang bertugas di daerah rawan konflik dan gangguan keamanan.
Menurutnya, perlengkapan yang baik dapat membantu personel melindungi diri saat menghadapi berbagai ancaman ketika menjalankan tugas.
”Bagaimana agar pada saat ada serangan, salah satunya di wilayah-wilayah yang sering terjadi konflik, yang sering menggunakan alat panah, tadi diperagakan dan alhamdulillah dengan peralatan yang baru anggota kami bisa terhindar dari potensi apabila ada serangan panah,” kata dia.
Selain perlindungan dari serangan panah, Kapolri juga menekankan perlunya peralatan yang mampu melindungi anggota dari ancaman lain seperti bom molotov, tembakan, maupun bentuk serangan berbahaya lainnya.
Dengan dukungan perlengkapan tersebut, personel diharapkan lebih siap dan percaya diri dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.
Dalam Rakernis itu, Polri juga membagikan berbagai alat operasional yang dinilai penting untuk menunjang mobilitas dan patroli aparat kepolisian.
”Kami juga membagikan beberapa alat operasional yang tentunya sangat dibutuhkan bagi anggota. Ada kurang lebih 430 unit kendaraan, mulai dari motor, kemudian mobil patroli dengan tenaga listrik, dan juga peralatan-peralatan patroli di wilayah-wilayah konflik seperti di Papua, Papua Tengah, Dogiyai,” ujarnya.
Selain menyerahkan kendaraan dan perlengkapan patroli, Kapolri juga meninjau langsung fasilitas baru milik Slog Polri, termasuk tempat pengujian kualitas seragam anggota kepolisian.
Fasilitas tersebut digunakan untuk memastikan kualitas perlengkapan yang dipakai personel, termasuk pakaian khusus bagi anggota yang diterjunkan ke lokasi kerusuhan maupun wilayah dengan tingkat risiko tinggi.
”Tentunya ini semua menjadi bagian yang terus kami optimalkan sehingga Slog Polri semakin hari betul-betul bisa memberikan dukungan terhadap seluruh anggota yang melaksanakan tugas di fungsi operasional,” ujarnya.
Kapolri juga mengungkapkan bahwa Polri saat ini telah menyusun konsep Minimal Essential Police Equipment (MEPE), yakni standar minimal perlengkapan yang wajib dimiliki institusi kepolisian.
Penyusunan MEPE dilakukan agar kebutuhan perlengkapan anggota dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah tugas masing-masing, termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
”Disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing-masing. Sehingga kemudian pada saat Polri tampil dan turun, betul-betul bisa melaksanakan tugas pokoknya dengan semaksimal mungkin. Dan harapan kita, semua yang dipersiapkan ini tentunya bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Editor : Tina Mamangkey