Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

TNI AD Buka Suara Soal Film Pesta Babi di Papua

Tina Mamangkey • Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16 WIB
Pemutaran awal (Pre launching) Film "Pesta Babi" di Kota Jayapura pada Jumat (6/3/2026). (Antara/Dokumentasi Pribadi)
Pemutaran awal (Pre launching) Film "Pesta Babi" di Kota Jayapura pada Jumat (6/3/2026). (Antara/Dokumentasi Pribadi)

 

RADARPAPUA - Maraknya rencana pemutaran film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono di sejumlah wilayah Papua mendapat perhatian dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

TNI AD mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan tayangan yang beredar di ruang publik, khususnya yang belum melalui proses resmi sesuai ketentuan hukum.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu berimbang.

“Kami mengajak warga untuk cerdas dalam memilah informasi. Konten yang tidak melalui proses sensor resmi dikhawatirkan membawa narasi yang tidak berimbang dan berpotensi memicu distorsi informasi di tengah masyarakat,” ujar Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasi Kolonel Inf Tri Purwanto, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, setiap film yang diputar secara terbuka kepada masyarakat wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, termasuk memiliki Sertifikat Lulus Sensor (SLS) dari Lembaga Sensor Film sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

Karena itu, pihaknya menilai pemutaran film di ruang publik sebaiknya tidak dilakukan apabila belum memiliki sertifikasi resmi dari lembaga yang berwenang.

Kapendam juga menegaskan bahwa kondisi keamanan dan stabilitas sosial di Papua perlu terus dijaga, terutama saat berbagai program pembangunan sedang berlangsung di sejumlah daerah di Tanah Papua.

Ia mengingatkan bahwa penyebaran tayangan atau narasi visual yang bersifat tendensius tanpa proses verifikasi dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.

“Jangan sampai narasi-narasi sepihak membenturkan masyarakat dengan program-program strategis pemerintah yang sejatinya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan di Tanah Papua. Kami menghimbau agar ruang-ruang diskusi dialihkan pada forum yang lebih edukatif, legal dan konstruktif,” imbuhnya.

Selain itu, Kodam XVII/Cenderawasih memastikan akan terus memantau perkembangan situasi guna menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat tetap kondusif.

"Kami ajak tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan seluruh elemen masyarakat Papua agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan wilayah," katanya.

Dalam keterangannya, Kapendam juga menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebut selama ini prajurit TNI aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial di Papua, mulai dari pelayanan kesehatan gratis, penyuluhan hidup sehat, membantu pendidikan anak-anak di pedalaman, pembangunan fasilitas umum, hingga mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.

Berbagai kegiatan tersebut, kata Tri Purwanto, merupakan bentuk komitmen TNI untuk terus hadir bersama masyarakat Papua melalui pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian.

Menurutnya, seluruh upaya itu dilakukan demi mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakat. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#film Pesta Babi #nobar film dokumenter Pesta Babi #pemutaran film #TNI AD #Papua