RADARPAPUA - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNP) di wilayah pesisir Papua Barat Daya terus dipersiapkan pemerintah daerah agar dapat segera direalisasikan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama ialah memastikan seluruh lahan yang digunakan benar-benar aman dan tidak memiliki persoalan hukum sehingga proses pembangunan berjalan lancar.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan lokasi yang disiapkan untuk program tersebut telah melalui proses pengecekan dan diarahkan menggunakan lahan yang bebas sengketa.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertujuan memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di daerah pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solossa, mengatakan pemerintah daerah kini terus mempercepat tahapan persiapan pembangunan KNP di lima kabupaten dan kota yang memiliki wilayah laut.
Menurutnya, tim verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah turun langsung ke sejumlah lokasi untuk melakukan proses seleksi dan pemeriksaan lahan.
“Hampir seluruh proses seleksi sementara berjalan. Tim verifikasi dari KKP sudah turun di lima kabupaten/kota, khususnya daerah yang memiliki wilayah laut,” kata Absalom.
Ia menjelaskan pemerintah kabupaten dan kota diminta menyiapkan lahan yang benar-benar bersih dari persoalan hukum maupun sengketa agar pembangunan dapat segera dilakukan.
“Prinsipnya pemerintah kabupaten/kota diminta menyediakan tanah yang clear and clean, sehingga proses pembangunan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Absalom menuturkan setiap daerah pesisir di Papua Barat Daya minimal harus menyiapkan satu hingga lima titik lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Nantinya kawasan tersebut akan dibangun secara terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang sektor perikanan.
Menurut dia, program tersebut menjadi peluang besar bagi Papua Barat Daya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan daerah.
Selain mendukung peningkatan ekonomi masyarakat nelayan, program itu juga diharapkan mampu menghadirkan fasilitas modern yang membantu aktivitas perikanan menjadi lebih efektif dan terorganisir.
Absalom turut mengapresiasi dukungan para bupati dan wali kota yang aktif menyambut program dari pemerintah pusat dengan menyiapkan lahan dan dokumen pendukung lainnya.
“Puji Tuhan, sejauh ini dukungan dari pemerintah kabupaten/kota sangat baik. Mereka melihat ini sebagai peluang emas untuk membangun daerah,” katanya.
Ia mengungkapkan salah satu lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Raja Ampat bahkan telah memasuki tahap akhir dan tinggal menunggu proses peresmian sebagai kawasan percontohan.
Sementara itu, Sorong disebut sudah memiliki lahan yang siap dibangun, sedangkan beberapa daerah lainnya masih menjalani proses administrasi dan verifikasi.
"Kota Sorong sudah ada lahannya dan siap dibangun, sementara yang lainnya sedang dalam proses," ujarnya.
Kawasan Kampung Nelayan Merah Putih nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti pelabuhan perikanan, cold storage, pabrik es, hingga kantor pengelola terintegrasi guna menunjang aktivitas nelayan.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan dengan baik sekaligus mempermudah proses pemasaran sehingga hasil laut tidak terbuang sia-sia.
“Kita dorong agar hasil tangkapan nelayan nantinya langsung masuk ke Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga ada tempat penyimpanan dan pemasaran yang jelas,” ujarnya.
Pemerintah berharap proses verifikasi dan penetapan lokasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat selesai dalam dua hingga tiga bulan ke depan agar pembangunan fisik kawasan segera dimulai. (ant)
Editor : Tina Mamangkey