Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Selamatkan Hasil Bumi Mama-Mama Papua, BGN Nabire Rombak Menu Makan Gratis Jadi Dua Hari Tanpa Nasi!

Tina Mamangkey • Rabu, 20 Mei 2026 | 08:06 WIB
Korwil BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem saat meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota, Senin (18/5). (Antara/HO-BGN Nabire)
Korwil BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem saat meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota, Senin (18/5). (Antara/HO-BGN Nabire)

 

RADARPAPUA - Upaya mendorong penggunaan pangan lokal terus dilakukan Badan Gizi Nasional di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN kini menerapkan kebijakan dua hari tanpa nasi sebagai langkah meningkatkan penyerapan hasil pertanian lokal sekaligus membantu perekonomian masyarakat kecil.

Kebijakan tersebut mulai dijalankan setelah pihak BGN melihat banyak hasil kebun milik mama-mama Papua tidak terjual di pasar hingga akhirnya membusuk.

Kondisi itu dinilai sangat merugikan para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan hasil bumi lokal.

Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire Marsel Asyerem mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan para pedagang di Pasar Sore Tapiyoka, Distrik Nabire Kota.

“Dari hasil dialog di lapangan, banyak komoditas pertanian lokal tidak laku hingga membusuk. Ini yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Menurut Marsel, sebagian besar pedagang hanya mampu menjual tiga hingga lima ikat sayuran setiap hari. Pendapatan yang diperoleh pun sangat kecil, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per hari.

Jumlah tersebut bahkan sering kali habis untuk biaya transportasi menuju pasar sehingga para pedagang tidak memiliki sisa uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Akibatnya mereka tidak memiliki sisa penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga,” ujarnya.

Sebelumnya, program MBG di Nabire telah menerapkan satu hari tanpa nasi. Namun dalam dua bulan terakhir, kebijakan itu ditingkatkan menjadi dua hari tanpa nasi untuk memperluas penggunaan pangan lokal dalam menu makanan.

Sebagai pengganti nasi, menu karbohidrat dialihkan menggunakan bahan pangan khas Papua seperti ubi, singkong, dan keladi. Selain itu, porsi sayuran dalam menu MBG juga ikut ditingkatkan.

BGN juga meminta seluruh dapur penyedia MBG agar membeli langsung hasil pertanian masyarakat lokal sehingga produk yang dijual mama-mama Papua bisa terserap dengan baik.

“Seluruh dapur MBG kami minta wajib membeli dan menyerap hasil bumi dari pedagang lokal agar produk mereka tidak terbuang,” katanya.

Program ini diharapkan tidak hanya membantu memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal, tetapi juga menjadi langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil, khususnya mama-mama Papua yang selama ini bergantung pada hasil jualan di pasar tradisional.

“Harapannya program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (ant)

Editor : Tina Mamangkey
#Program MBG #Kabupaten Nabire #Makan Bergizi Gratis (MBG) #BGN #Pedagang