RADARPAPUA - Upaya memperkuat layanan kesehatan di wilayah pesisir dan pegunungan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.
Salah satu program yang segera dijalankan adalah pembangunan rumah dinas bagi tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di daerah terpencil agar pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih maksimal.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan pembangunan rumah dinas tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung para tenaga kesehatan dalam menjalankan tugasnya di lapangan.
Menurutnya, pembangunan rumah dinas itu direncanakan mulai dilakukan pada tahun ini secara bertahap di sejumlah lokasi.
"Saya tidak hafal satu per satu lokasinya di mana, tetapi pembangunannya dilakukan tahun ini. Kami akan melakukan pembangunan secara bertahap," ujarnya.
Ia berharap keberadaan rumah dinas dapat memastikan tenaga kesehatan tetap berada di tempat tugas sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
"Kalau sudah dibangun rumah dinas untuk nakes berarti sudah jelas nakes selalu ada di tempat tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,"ujarnya.
Selain tenaga kesehatan, Pemerintah Kabupaten Mimika juga membangun rumah dinas bagi guru serta pegawai pemerintah yang bertugas di kawasan pesisir dan pegunungan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan pendidikan dan pemerintahan tetap berjalan dengan baik di wilayah terpencil.
Berdasarkan data, sepanjang 2025 Dinas Kesehatan Mimika telah membangun rumah dinas tenaga kesehatan di sejumlah kampung dan distrik.
Lokasi pembangunan meliputi Kampung Potowayburu dan Kampung Tapormai di Distrik Mimika Barat Jauh, Kampung Wakia di Distrik Mimika Barat Tengah, serta Kampung Ipaya di Distrik Amar.
Pembangunan rumah dinas juga dilakukan di Kampung Kokonao, Distrik Mimika Barat, Kampung Omawita di Distrik Mimika Timur Jauh, Kampung Jila di Distrik Jila, hingga Kampung Tsinga dan Kampung Omponi di Distrik Tembagapura.
Selain hunian bagi tenaga kesehatan, pemerintah daerah turut membangun berbagai fasilitas kesehatan di wilayah pesisir dan pegunungan selama 2025, seperti klinik dan puskesmas pembantu (pustu), guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Mimika. (ant)
Editor : Tina Mamangkey